Media Kampung – Agensi Upper Room secara resmi menyampaikan permintaan maaf atas kontroversi yang melibatkan mantan anggota NCT, Mark Lee, terkait pakaian yang dikenakannya. Dalam foto yang beredar, Mark terlihat mengenakan kaus bergambar bendera Konfederasi Amerika Serikat, simbol yang memiliki sejarah kelam terkait perbudakan dan supremasi kulit putih.

Bendera tersebut diketahui digunakan oleh pasukan Confederate States of America selama Perang Saudara Amerika. Karena makna historisnya yang sensitif, penggunaan simbol ini oleh figur publik kerap menuai kritik tajam. Warganet pun mengecam Mark Lee dan agensinya atas ketidakpekaan tersebut.

Menanggapi hal itu, Upper Room segera mengambil tindakan dengan menghapus foto yang memicu kontroversi dan merilis pernyataan resmi. Dalam pernyataannya, agensi mengakui bahwa mereka tidak sepenuhnya memahami signifikansi historis dan sensitivitas yang melekat pada simbol tersebut.

“Kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kekhawatiran, ketidaknyamanan, dan kekecewaan yang disebabkan oleh kaus vintage yang muncul dalam foto yang baru-baru ini dibagikan. Pakaian tersebut dipilih semata-mata karena merupakan barang koleksi vintage,” tulis Upper Room.

Agensi juga menegaskan bahwa setelah menyadari kesalahan, mereka telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan simbol tersebut tidak akan muncul lagi dalam konten resmi. Namun, foto tersebut sempat tersebar secara eksternal sehingga tetap menimbulkan keresahan di masyarakat.

Upper Room menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang merasa tersinggung dan berjanji akan lebih berhati-hati di masa depan. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada penggemar yang telah memberikan teguran konstruktif.

Kontroversi ini menjadi pengingat pentingnya pemahaman konteks budaya dan sejarah dalam pemilihan busana, terutama bagi figur publik yang memiliki pengaruh luas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.