Media Kampung – Lagu Kendrick Lamar berjudul ‘Count Me Out‘ dari album ‘Mr. Morale & The Big Steppers’ menjadi penyelamat bagi pemain NBA Mikal Bridges saat ia mengalami depresi berat. Bridges, yang kini menjadi bagian dari New York Knicks dan baru saja meraih gelar juara NBA pertamanya, mengaku bahwa lagu tersebut membantunya melewati masa-masa tergelap dalam kariernya.
Dalam sebuah siaran langsung di Instagram, Bridges terlihat ikut bernyanyi saat lagu itu diputar. Ia kemudian mengakui bahwa album tersebut menjadi teman setia selama sesi latihan beban setelah kekalahan memalukan di playoff. ‘Saya benar-benar depresi, bro,’ ujar Bridges mengakui perasaannya saat itu.
Kekalahan telak dari Dallas Mavericks di Game 7 Semifinal Wilayah Barat 2022 menjadi pemicu utama depresi Bridges. Saat itu ia masih bermain untuk Phoenix Suns. ‘Saya kalah dari Dallas, saya sangat depresi, bro. Album itu keluar, saya hanya angkat beban—biseps, triseps, dada—dan itu membantu saya melewatinya. Saya cinta album ini, sungguh. Saya tidak akan pernah melupakannya,’ kenang Bridges.
Menariknya, album ‘Mr. Morale & The Big Steppers’ nyaris tidak pernah dirilis. Dalam wawancara dengan W Magazine pada 2022, Kendrick Lamar mengaku bahwa keinginannya untuk menjaga privasi membuatnya berpikir keras untuk menyimpan album itu. ‘Saya orang yang privat. Itu sulit bagi saya,’ kata Lamar. ‘Alasan saya harus membuat keputusan itu adalah karena saya tidak ingin pengaruh tertentu. Saya bisa mengambil jalan pintas dan membuatnya lebih glamor, tetapi tidak. Saya harus berada dalam bentuk paling mentah dan jujur agar album itu membebaskan saya.’
Lamar menambahkan bahwa ia harus siap menerima konsekuensi dari kejujurannya, termasuk jika ada yang tersakiti. Namun, pada akhirnya, ia senang albumnya bisa menginspirasi orang lain untuk terbuka dan jujur. ‘Itulah keindahannya—perasaan terbaik yang saya dapatkan. Ketika saya berbicara dengan beberapa teman yang tidak pernah bisa mengekspresikan diri, mereka hanya tahu cara berkomunikasi dengan kekerasan—kini mereka bisa mengungkapkan perasaan dan berkomunikasi. Itu sangat memuaskan bagi saya,’ pungkas Lamar.
Kisah Bridges menjadi bukti bahwa musik, khususnya karya Kendrick Lamar, memiliki kekuatan untuk menyembuhkan dan mengangkat seseorang dari jurang depresi. Bagi Bridges, album itu bukan sekadar hiburan, melainkan terapi yang membantunya bangkit kembali dan akhirnya meraih mahkota juara NBA.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan