Media Kampung – Bernard Gilbert, seorang pria berusia 100 tahun dari Worcester, Inggris, kembali menjadi perbincangan setelah video dansanya viral di media sosial. Dalam video berdurasi 21 detik tersebut, ia terlihat menari foxtrot di ruang umum panti jompo tempatnya tinggal. Video itu telah ditonton lebih dari 1,5 juta kali, menjadikannya sensasi internet untuk ketiga atau keempat kalinya.
Bernard tinggal di Fernhill House Care Home di Worcester. Staf panti jompo mengaku bahwa musik mampu mengubahnya sepenuhnya. Tania Skerrit dari Berkley Care Group mengatakan, saat musik diputar, Bernard menjadi orang yang berbeda. Ia terlihat rileks dan tersenyum lebar.
Kisah Bernard dengan dansa dimulai secara tidak terduga. Saat berusia 16 tahun, ia mengalami patah kaki saat bermain rugby. Dokter melarangnya berolahraga dan menyarankan untuk mencoba dansa. Awalnya Bernard menolak dan tertawa mendengar saran itu. Namun, seorang teman memaksanya untuk ikut pelajaran dansa. Bernard berdiri di ambang pintu selama setengah jam, hingga sang instruktur kesal dan menyuruhnya masuk atau pergi. Ia memilih masuk dan sejak saat itu jatuh cinta pada dansa.
Kejadian itu terjadi pada tahun 1942. Sejak saat itu, Bernard terus menari foxtrot dan jive selama sembilan dekade, melewati masa Perang Dunia dan berbagai perubahan zaman. Ia menjadi guru dansa pada usia 74 tahun, setelah istrinya yang juga mitra dansanya meninggal dunia 26 tahun lalu. Istrinya adalah penari ballroom yang selalu berpegangan padanya saat menari.
Bernard percaya bahwa dansa adalah kunci umur panjang. Menurutnya, dansa tidak hanya baik untuk fisik tetapi juga mental karena membutuhkan konsentrasi dan daya ingat. Ia mengaku saat berada di lantai dansa, ia melupakan segalanya dan merasa hidup kembali. Kini, di usia 100 tahun, ia masih aktif menari dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan