Media Kampung – Ahmad Dhani menegaskan rasa kesalnya karena mantan istrinya, Maia Estianty, masih mengangkat kembali masa lalu mereka saat prosesi siraman pernikahan anaknya di Jakarta pada 5 Mei 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers yang diadakan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Dalam acara tersebut, Dhani juga menjelaskan bahwa akun Instagram pribadinya sempat hilang, sehingga ia harus mengandalkan media sosial resmi untuk mengunggah cuplikan video siraman El Rumi dan Syifa Hadju. Ia menambahkan bahwa momen tersebut menampilkan putrinya, Shafeea Ahmad, yang tampak menangis di tengah upacara.
“Sebenarnya saya sudah malas bongkar kayak gini, tapi karena diungkit-ungkit terus sudah 20 tahun,” ucap Dhani dengan nada tegas. “Saya kesal karena Maia masih mengungkit-ungkit masa lalu padahal ia sudah menikah selama 10 tahun dengan Irwan Mussry,” tambahnya.
Maia Estianty memang telah menikah kembali dengan Irwan Mussry sejak sekitar tahun 2013, dan keduanya telah menjalani kehidupan rumah tangga yang stabil selama satu dekade. Namun, menurut Dhani, istri mantan itu masih sering menyinggung peristiwa perceraian mereka yang terjadi pada 2008.
Kekhawatiran Dhani muncul setelah munculnya rumor perselingkuhan antara Maia dan seorang bos televisi swasta, yang sempat menghebohkan publik beberapa minggu lalu. Ia menilai bahwa isu tersebut dipakai sebagai sarana untuk menimbulkan drama baru di tengah keluarganya.
Selain mengkritik sikap Maia, Dhani menegaskan bahwa ia telah memperingatkan mantan istrinya melalui podcast Deddy Corbuzier agar tidak terus mengangkat kembali masalah lama. “Sudah diwanti-wanti di podcast itu, awas jangan terus ungkit-ungkit,” katanya.
Pada prosesi siraman El, Maia menyampaikan pidato yang mengingatkan kembali kondisi saat ia harus berpisah dengan anak‑anaknya pada masa kecil. Hal tersebut dianggap Dhani sebagai upaya untuk memancing kembali perdebatan publik.
Dhani menyoroti perbedaan antara siraman yang disiarkan televisi dan yang tidak, mengklaim bahwa drama muncul hanya ketika acara ditayangkan di stasiun TV swasta. “Waktu siramannya Al tidak diliput TV, tidak ada nangis‑nangisan dan tidak ada pidato yang mengundang masa lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa televisi sering menjadi pemicu emosional, sehingga setiap kali acara keluarga disiarkan, hal‑hal sensitif kembali muncul ke permukaan. “SCTV menayangkan acara siraman, lalu semua drama keluar,” pungkas Dhani.
Sepanjang lima belas tahun berkarier, Dhani tetap menegaskan bahwa ia ingin menjaga privasi anak‑nya dan menghindari konflik yang tidak perlu. Ia berharap agar masa lalu tidak lagi menjadi bahan perbincangan publik, terutama dalam acara keagamaan yang sakral.
Dengan tekanan media yang terus mengintai, Ahmad Dhani menutup konferensi pers dengan harapan agar Maia dan Irwan Mussry dapat melanjutkan kehidupan rumah tangga tanpa gangguan dari masa lalu. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada karya musik dan tugasnya sebagai anggota DPR.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan