Media Kampung – Pasukan bersenjata Amerika Serikat menembak dua kapal sipil yang berlayar dari Khasab, Oman, menuju Iran, menewaskan lima orang, menurut Tasnim News Agency pada Selasa.

Serangan terjadi setelah CENTCOM menyatakan Iran menembaki kapal perang AS dan sebuah kapal komersial pada Senin, 4 Mei.

Kapal sipil yang menjadi target membawa barang dagangan dan melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.

Kelima korban tewas di lokasi, sementara korban luka lainnya dievakuasi ke rumah sakit terdekat di Oman.

Namun, pernyataan ini kemudian dipertanyakan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, yang mengutip sumber militer senior setempat.

IRIB menambahkan bahwa Amerika menggambarkan peristiwa sebagai operasi sukses melawan kapal bersenjata Iran, padahal faktanya tidak demikian.

Presiden AS Donald Trump pada Minggu, 3 Mei, mengumumkan “Project Freedom”, sebuah operasi bantuan untuk kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz agar dapat meninggalkan kawasan itu.

Operasi tersebut mencakup dukungan militer berupa kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari seratus pesawat berbasis darat dan laut, serta sistem nirawak multi‑domain.

Iran melalui IRIB melaporkan militer mereka berhasil mencegah kapal Amerika melintasi Selat Hormuz dengan menembakkan dua rudal ke sebuah kapal perang AS.

CLAIM tersebut ditolak oleh CENTCOM, yang menyatakan tidak ada bukti penembakan rudal terhadap kapal Amerika pada waktu itu.

Trump memperingatkan Iran bahwa setiap upaya menyerang kapal‑kapal AS di dekat Selat Hormuz akan berujung pada konsekuensi penghancuran total.

Ketegangan di Selat Hormuz telah lama menjadi titik panas geopolitik, mengingat jalur tersebut menyumbang sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Penguncian atau gangguan di Selat Hormuz dapat menimbulkan dampak signifikan pada pasar energi global dan memperburuk hubungan antara Amerika dan Tehran.

Setelah insiden, kedua kapal sipil itu dilaporkan berada dalam keadaan darurat, dengan awaknya menunggu evakuasi dan bantuan medis.

Otoritas maritim Oman dan Iran mengkonfirmasi bahwa penyelidikan independen akan dilakukan untuk mengklarifikasi kronologi penembakan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun mengingat pentingnya Selat Hormuz, komunitas internasional diperkirakan akan memantau perkembangan ini secara dekat.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa wilayah tersebut tetap berada di bawah pengawasan intensif, dengan pesawat patroli dan kapal perang Amerika terus beroperasi di sekitarnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.