Media Kampung – Sebuah bom peninggalan zaman kolonial Belanda yang gagal meledak kini menjadi ikon unik di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri. Benda bersejarah tersebut telah dialihfungsikan menjadi alat pemukul penanda waktu sholat dan kegiatan mengaji yang dikenal dengan sebutan “kenteng“.

Perwakilan keluarga besar Pondok Pesantren Ploso, KH Abdussalam Shohib, menceritakan bahwa kenteng besi tebal ini bermula dari masa agresi militer Belanda sekitar tahun 1949-1950. Saat itu, wilayah Ploso dijatuhi bom oleh militer Belanda. Namun, berkat karomah para masyaikh (kiai) Ploso, bom berdaya ledak tinggi tersebut sama sekali tidak meledak.

Setelah masa kemerdekaan, bom itu ditemukan oleh warga dan pihak pesantren. Alih-alih dibuang karena dianggap berbahaya, selongsong bom berbahan besi tebal itu justru dimodifikasi menjadi alat pukul penanda waktu. “Segala sesuatu itu sebenarnya netral, tinggal bagaimana kreativitas dan inovasi kita untuk memanfaatkan sesuatu. Sesuatu yang asalnya bom yang harusnya madarat dan berbahaya, setelah dimodifikasi justru menjadi manfaat untuk pertanda waktu sholat dan pengajian,” ujar KH Abdussalam Shohib saat ditemui di Teras Gubuk Area Ponpes Al Falah Ploso, Minggu (21/6/2026).

Hingga kini, kenteng tersebut berfungsi aktif mengatur ritme harian santri, mulai dari penanda masuk waktu sholat berjamaah hingga jadwal pergantian kelas mengaji. Keunikan alat ini memicu cerita di kalangan santri yang kerap berebutan alat pemukul (pentungan) demi mendapatkan giliran memukul kenteng.

Bagi para alumni dan keluarga besar Ploso, kenteng dari bekas bom ini memiliki nilai spiritualitas dan historis yang mendalam. Penggunaan bom bekas sebagai penanda aktivitas ibadah ini disinyalir menjadi satu-satunya yang ada di lingkungan pesantren se-Indonesia. Melalui filosofi kenteng ini, pihak pesantren berpesan agar generasi muda selalu kreatif dalam memanfaatkan potensi apa pun yang diciptakan Allah SWT agar bisa bertransformasi menjadi kebaikan dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.