Media Kampung – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama pada Agustus mendatang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam disebut telah memenuhi syarat administratif sebagai calon ketua umum PBNU. Salah satu syarat utama, yaitu lulus pendidikan kaderisasi, telah terverifikasi dalam sistem informasi kaderisasi NU.

Katib Syuriyah PCNU Jombang 2017-2022, Kiai Ahmad Samsul Rijal atau Gus Rijal, mengonfirmasi bahwa Gus Salam telah lulus jenjang pendidikan kaderisasi yang dipersyaratkan dan memiliki sertifikat yang terverifikasi. Hal ini menjadi modal penting bagi Gus Salam untuk maju dalam kontestasi pemilihan ketua umum PBNU.

Gus Rijal menjelaskan bahwa saat ini tengah ada upaya revisi ketentuan syarat lulus kaderisasi melalui Konbes dan Munas Alim Ulama NU yang digelar pada 20-23 Juni 2026 di PP Al-Falah Ploso, Kediri dan Bangkalan. Salah satu perubahan yang diusulkan adalah mengganti syarat lulus Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) dengan Pendidikan Menengah Kepemimpinan NU (PMKNU), mengingat AKN perdana pada Agustus 2025 dibatalkan akibat tragedi infiltrasi zionisme di PBNU.

Di tengah persiapan menuju muktamar, Gus Salam terus melakukan silaturahmi ke berbagai daerah untuk memperkuat konsolidasi. Beberapa waktu lalu, ia mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama masyayikh Pesantren Ploso Kediri. Dalam pertemuan dengan PWNU dan PCNU se-NTT, Gus Salam mengapresiasi perjuangan pengurus NU di wilayah timur Indonesia yang menghadapi tantangan geografis, perbatasan, dan ideologis.

“Menjadi pengurus NU di NTT bukan sekadar pilihan, tetapi panggilan suci dari nurani terdalam,” ujar Gus Salam. Ia menekankan pentingnya pesantren sebagai benteng ideologi dan inkubator penggerak kemaslahatan umat. Para pengurus NU NTT berharap PBNU ke depan lebih merangkul dan mendampingi daerah-daerah luar Jawa, termasuk dalam pengembangan pendidikan pesantren.

Ketua PCNU Kabupaten Alor, Kiai Latif Daka, berharap ketua umum PBNU mendatang dapat mengembalikan marwah NU dan merangkul PCNU di luar Jawa. Hal senada disampaikan Kiai Zainal Muttaqin dari PCNU Malaka yang menginginkan program pendidikan yang lebih merata.

Tidak hanya di NTT, Gus Salam juga bersilaturahmi ke Bengkulu pada 6 Juni 2026. Dalam pertemuan dengan PWNU dan PCNU se-Bengkulu, ia memuji soliditas dan kekompakan pengurus NU setempat. Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan dapat menjadi teladan bagi pengurus NU di daerah lain.

Gus Salam menilai Bengkulu memiliki potensi ekonomi besar berkat letak geografisnya di Bukit Barisan dan pesisir Samudera Hindia. Ia mendorong pengembangan program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi daerah yang perlu didukung penuh oleh pusat.

Dengan memenuhi syarat administratif dan terus membangun komunikasi dengan pengurus daerah, posisi Gus Salam sebagai salah satu kandidat kuat calon ketua umum PBNU semakin menguat. Namun, perubahan aturan kaderisasi yang tengah dibahas dalam Konbes dan Munas masih menjadi variabel yang perlu dicermati.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.