Media Kampung – Harlah ke-92 GP Ansor digelar di Aceh pada 24 April 2026, menekankan pentingnya persatuan dan peran kebangsaan di kalangan pemuda, sesuai arahan PWNU Aceh. Acara tersebut dihadiri oleh ribuan anggota Ansor, tokoh agama, serta pejabat daerah, menandai momentum penting dalam sejarah organisasi kepemudaan Islam ini.

Seremonial dimulai pukul 09.00 WIB di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, dengan prosesi penghormatan kepada para pendiri dan pejuang organisasi sejak tahun 1930-an. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama, sambutan resmi, serta penyerahan piagam penghargaan kepada tokoh‑tokoh yang berkontribusi pada gerakan kebangsaan.

Tema harlah, “Persatuan dan Peran Kebangsaan”, bukan sekadar slogan melainkan arahan strategis yang harus diwujudkan dalam tindakan konkret. Tema ini mencerminkan upaya GP Ansor menanggapi dinamika sosial‑politik serta menegaskan peran aktif pemuda dalam menjaga keutuhan negara.

Kepala PWNU Aceh, KH. Abdul Azis, menegaskan, “Peran pemuda dalam memperkokoh persatuan bangsa harus diwujudkan melalui aksi nyata di lingkungan masing‑masing.” Pernyataan tersebut menjadi pendorong utama bagi seluruh peserta untuk menginternalisasi nilai‑nilai kebangsaan.

Para pemuda yang hadir menyampaikan antusiasme tinggi, mengingat pentingnya solidaritas antar‑suku, agama, dan golongan di wilayah Aceh yang beragam. Mereka berjanji akan mengimplementasikan program sosial, pendidikan, dan dakwah yang selaras dengan semangat kebangsaan.

GP Ansor kini memasuki usia 92 tahun, menjadikan organisasi ini salah satu yang tertua dan paling berpengaruh di dunia Islam Indonesia. Sejak pendirian, GP Ansor telah berperan dalam perjuangan kemerdekaan, pembinaan generasi, serta penanggulangan bencana.

Selama harlah, serangkaian kegiatan seperti lokakarya kepemudaan, lomba pidato, dan bakti sosial dilaksanakan di beberapa kecamatan. Aktivitas tersebut dirancang untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial serta meningkatkan kompetensi kepemimpinan anggota muda.

Reaksi peserta menunjukkan kepuasan atas kualitas materi dan relevansi program dengan tantangan zaman. Banyak yang menyatakan bahwa pelatihan ini memperluas wawasan mereka tentang peran strategis dalam memperkuat persatuan nasional.

Harlah ini selaras dengan agenda nasional yang menekankan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan berkelanjutan dan ketahanan bangsa. PWNU Aceh berharap bahwa semangat yang tercipta dapat menular ke seluruh wilayah Indonesia.

Ke depan, PWNU Aceh berencana meluncurkan program monitoring untuk menilai dampak implementasi aksi kebangsaan yang dijanjikan. Evaluasi tersebut akan melibatkan lembaga akademik dan organisasi masyarakat sipil.

Dengan berakhirnya harlah, suasana optimis tetap mengiringi para pemuda, yang kini diperkirakan akan menggerakkan inisiatif baru di komunitas masing‑masing. Kondisi terbaru menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyebarluaskan nilai persatuan dan kebangsaan di seluruh Aceh.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.