Media Kampung – Royan Utsani, anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan pentingnya silaturahmi dengan orang saleh dan ahli ilmu sebagai upaya menjaga iman dan akhlak dalam rangka memperkuat nilai‑nilai keagamaan di tengah masyarakat modern.
Acara pengajian berlangsung pada Kamis, 16 April 2026, di Masjid KH Sudja, Yogyakarta, dan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai kalangan. Acara tersebut juga menampilkan ceramah singkat tentang pentingnya menjaga hubungan sosial yang konstruktif.
Silaturahmi, yang berarti menjalin hubungan baik, dianggap sarana spiritual untuk memperkuat keimanan menurut ajaran Islam.
Royan menuturkan, “Bermajelis dengan orang saleh dan bersahabat dengan ahli ilmu memperkuat keimanan serta menumbuhkan akhlak mulia dalam diri seorang Muslim.”
Orang saleh yang dimaksud meliputi ulama, guru, serta pribadi yang dikenal taat menjalankan syariat dan memiliki integritas tinggi.
Sementara ahli ilmu mencakup mereka yang menguasai ilmu agama maupun ilmu umum yang bermanfaat bagi umat, seperti dokter, guru, atau peneliti.
Sejak masa Nabi Muhammad SAW, umat Islam dianjurkan untuk selalu berkumpul dengan orang yang berilmu guna menambah wawasan dan memperkokoh keimanan.
Dalam era digital yang mudah menimbulkan isolasi, silaturahmi menjadi jembatan sosial yang menolak kesendirian spiritual.
Royan menyarankan agar umat menjadwalkan kunjungan rutin, baik secara langsung maupun melalui media komunikasi yang sopan, kepada orang saleh dan ahli ilmu.
Interaksi semacam ini diyakini dapat menurunkan risiko perilaku menyimpang dan meningkatkan kepedulian sosial di kalangan muslim.
Muhammadiyah melalui jaringan masjid dan pondok pesantren menyediakan program silaturahmi yang memfasilitasi pertemuan lintas generasi.
Contohnya, program “Khalifah Silaturahmi” mengorganisir dialog bulanan antara remaja dan ulama setempat di masing‑masing wilayah.
Beberapa peserta melaporkan peningkatan rasa percaya diri dan pemahaman agama setelah rutin mengikuti pertemuan tersebut.
Pada akhir acara, Royan menutup dengan doa agar masyarakat terus memperkuat ikatan spiritual dan menebarkan nilai moral di tengah tantangan zaman.
Pengajian ini menegaskan kembali komitmen Muhammadiyah dalam menggerakkan umat melalui silaturahmi, menjadikan iman lebih kokoh dan akhlak lebih terjaga.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Leave a Reply