Media Kampung – Kakek Niran, pedagang kangkung selama enam puluh tahun, akhirnya berangkat menunaikan ibadah haji bersama istrinya pada pekan ini.
Usaha kecilnya yang berpusat di Pasar Banyuwangi sejak 1964 kini menjadi saksi bisu perjalanan spiritualnya.
Ia memulai berdagang pada usia dua puluh tahun, mengantarkan sayuran hijau segar ke pasar tradisional dan rumah tangga setempat.
Selama lebih dari lima dekade, Kakek Niran melanjutkan usaha meski harus menghadapi fluktuasi harga dan cuaca ekstrem.
Pendapatan harian dari penjualan kangkung cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, namun tidak pernah menggerakkan impian menunaikan haji.
Berangkat pada bulan Ramadan 1448 H, Kakek Niran dan istrinya berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak dengan rombongan haji resmi.
Keberangkatan ini dimungkinkan berkat bantuan dana haji yang diperoleh melalui program tabungan haji Kemenag Jawa Timur.
“Saya bersyukur dapat menunaikan haji setelah sekian lama berjuang,” ujar Kakek Niran dalam wawancara singkat sebelum keberangkatan.
Istrinya, Siti Nurhaliza, menambahkan, “Doa kami memohon agar perjalanan ini lancar dan diberkati Allah SWT.”
Rombongan haji tersebut dijadwalkan tiba di Jeddah pada tanggal 12 Mei 2026, sebelum melanjutkan ke Mekkah.
Kakek Niran mengaku menghafal doa-doa dasar sejak usia enam puluh tahun, namun belum pernah menginjak Tanah Suci.
Ia menekankan pentingnya menabung secara konsisten, meski pendapatan berasal dari jualan sayur harian.
Selama masa pandemi COVID‑19, penjualan kangkung menurun 30 persen, namun ia tetap melanjutkan usaha dengan protokol kesehatan.
Pengalaman ini membuatnya lebih menghargai nilai kebersamaan dalam keluarga dan komunitas.
Kakek Niran juga menjadi figur inspiratif bagi pedagang pasar lain yang melihatnya sebagai contoh ketekunan.
Di sisi lain, pemerintah daerah Banyuwangi mengapresiasi kisahnya sebagai motivasi warga untuk mewujudkan impian spiritual.
Data Badan Pusat Statistik 2025 menunjukkan peningkatan jumlah hajiwan asal Jawa Timur sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kakek Niran berharap kembali ke pasar setelah menunaikan ibadah, membawa pengalaman baru bagi generasi muda.
Ia berencana mengajarkan cara menanam dan merawat kangkung kepada cucu‑cucunya, sekaligus menanamkan nilai keimanan.
Rombongan haji tersebut dipandu oleh pembimbing agama yang berpengalaman, memastikan pelaksanaan ritual secara tepat.
Setelah tiba di Tanah Suci, Kakek Niran akan melaksanakan thawaf, sa’i, dan wukuf di Arafah.
Kondisi kesehatan beliau dinyatakan prima oleh tim medis, sehingga tidak ada pembatasan khusus selama pelaksanaan ibadah.
Berangkatnya Kakek Niran menjadi bukti bahwa tekad dan kerja keras dapat mengatasi batasan ekonomi.
Semangatnya menginspirasi komunitas lokal untuk terus berusaha mewujudkan impian spiritual masing‑masing.
Keberangkatan ini juga menambah catatan sejarah panjang pedagang kangkung Banyuwangi yang berperan dalam ekonomi pasar tradisional.
Di akhir perjalanan, Kakek Niran berjanji akan menuliskan pengalaman haji dalam sebuah buku kecil untuk generasi selanjutnya.
Ia menutup perbincangan dengan harapan, “Semoga setiap orang dapat merasakan kebahagiaan menunaikan rukun Islam yang kelima.”
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Leave a Reply