Media Kampung – Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Evi Sofia Inayati, menegaskan takwa sebagai fondasi utama umat Islam dalam menghadapi dinamika zaman pada acara Silaturahmi Idulfitri 1447 H yang diselenggarakan di Yogyakarta, 17 April 2026.
Dalam tausiyahnya, Evi menekankan bahwa tujuan utama ibadah puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa, mengacu pada ayat Al‑Qur’an la’allakum tattaqun yang mengajak umat untuk selalu bertakwa kepada Allah.
Ia menambahkan bahwa takwa tidak hanya bersifat ritual, melainkan harus tercermin dalam perilaku sehari‑hari, seperti menegakkan kejujuran, menahan diri dari perbuatan yang merugikan, dan meningkatkan kepedulian sosial.
Pimpinan Pusat Aisyiyah, yang merupakan organisasi wanita terbesar di Indonesia, menekankan peran perempuan dalam menumbuhkan nilai‑nilai ketakwaan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Program tersebut dirancang untuk memperkuat identitas keagamaan sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan teknologi, ekonomi, dan perubahan iklim.
Evi juga menyoroti pentingnya sinergi antara Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam upaya memperkuat takwa, mengingat kedua organisasi memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia.
Ia mengutip pernyataan pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, yang menekankan bahwa “ilmu dan takwa harus berjalan beriringan” untuk membangun peradaban yang berkeadilan.
Dalam konteks global, Evi mengingatkan bahwa umat Islam di berbagai belahan dunia sedang menghadapi tekanan nilai, sehingga keteguhan takwa menjadi kunci menjaga integritas ajaran.
Ia menegaskan bahwa takwa bukan sekadar rasa takut kepada Allah, melainkan motivasi untuk berbuat baik, meningkatkan kualitas hidup, serta berkontribusi pada kemajuan bangsa.
Pernyataan ini disambut positif oleh tokoh agama lain, termasuk ulama dari Nahdlatul Ulama yang menambahkan bahwa takwa harus diiringi dengan ilmu pengetahuan untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan.
Acara tersebut juga menampilkan penampilan seni tradisional Jawa dan pembacaan puisi yang mengangkat nilai‑nilai keislaman, menegaskan sinergi antara budaya dan agama.
Sejumlah peserta mengaku merasakan semangat baru setelah mendengarkan tausiyah tersebut, terutama generasi milenial yang mencari arah dalam era digital.
Di luar acara, Aisyiyah berencana meluncurkan kampanye media sosial berjudul “Takwa di Era 4.0” yang akan menampilkan video edukatif, infografis, dan tantangan harian untuk menumbuhkan kebiasaan baik.
Kampanye ini akan dipublikasikan mulai Mei 2026 dan diharapkan dapat menjangkau lebih dari satu juta pengguna internet di Indonesia.
Dengan demikian, upaya memperkuat takwa tidak hanya terbatas pada kegiatan keagamaan tradisional, melainkan juga memanfaatkan teknologi informasi untuk penyebaran nilai positif.
Para pemimpin Aisyiyah menegaskan komitmen jangka panjang untuk terus mengintegrasikan takwa dalam setiap program pembangunan sosial, pendidikan, dan ekonomi.
Harapan mereka, masyarakat Indonesia dapat menjadi contoh dunia dalam memadukan nilai spiritual dan kemajuan material secara seimbang.
Sejauh ini, respons publik terhadap inisiatif ini menunjukkan antusiasme tinggi, dengan ribuan komentar dukungan di platform media sosial.
Dengan menempatkan takwa sebagai landasan utama, Aisyiyah berharap umat Islam dapat lebih tangguh dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan