Media Kampung – Microsoft resmi merilis tujuh model kecerdasan buatan (AI) baru dalam konferensi pengembang Build 2026 di San Francisco, Amerika Serikat, pada 5 Juni 2026. Langkah ini menandai upaya Microsoft untuk memperkuat teknologi AI besutannya sendiri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penyedia model eksternal, termasuk OpenAI.

Model unggulan yang diperkenalkan adalah MAI-Thinking-1, sebuah model penalaran dengan 35 miliar parameter aktif dan context window hingga 256 ribu token. Microsoft mengklaim model tersebut dilatih sepenuhnya dari nol tanpa menggunakan teknik distilasi dari model AI milik perusahaan lain. Klaim ini penting bagi pelanggan korporasi yang memperhatikan asal-usul data dan proses pengembangan model AI yang mereka gunakan.

Dalam pengujian independen, MAI-Thinking-1 lebih disukai dibanding Claude Sonnet 4.6 milik Anthropic. Performanya juga disebut setara dengan Claude Opus 4.6 pada benchmark pemrograman SWE Bench Pro. Saat ini, MAI-Thinking-1 tersedia dalam tahap private preview melalui Microsoft Foundry, platform yang memungkinkan pengembang mengintegrasikan model AI ke dalam aplikasi mereka.

Dengan menjalankan model AI sendiri di infrastruktur cloud Azure, Microsoft tidak perlu membayar biaya lisensi atau pembagian pendapatan kepada mitra eksternal seperti OpenAI. Penghematan tersebut dapat diteruskan kepada pengembang dan pelanggan dalam bentuk biaya layanan yang lebih rendah. CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, mengklaim model-model terbaru Microsoft mampu melampaui GPT-5.5 milik OpenAI berdasarkan standar evaluasi McKinsey, sekaligus menawarkan efisiensi biaya hingga 10 kali lebih murah.

Selain MAI-Thinking-1, Microsoft juga memperkenalkan enam model lain untuk berbagai kebutuhan. MAI-Code-1-Flash adalah model AI untuk pemrograman dengan 5 miliar parameter yang mulai diintegrasikan ke dalam Visual Studio Code dan GitHub Copilot. MAI-Image-2.5 beserta versi Flash-nya mendukung pembuatan gambar dari teks maupun modifikasi gambar, dan saat ini sudah tersedia di PowerPoint serta sedang diluncurkan untuk OneDrive. Untuk transkripsi suara, Microsoft menghadirkan MAI Transcribe 1.5 yang mendukung 43 bahasa. Sementara MAI-Voice-2 dan versi Flash-nya menawarkan dukungan lebih dari 15 bahasa tambahan serta pilihan suara yang lebih beragam untuk AI percakapan dan asisten virtual.

Pengumuman ini muncul di tengah dinamika hubungan Microsoft dengan sejumlah mitra AI yang semakin kompleks. Microsoft telah merevisi ketentuan kerja sama dengan OpenAI, termasuk membatasi skema pembagian pendapatan dan mengakhiri hak eksklusif perusahaan untuk menjual model-model OpenAI. Selama beberapa tahun terakhir, OpenAI telah menerima pendanaan sekitar 13 miliar dolar AS dari Microsoft. Di sisi lain, Anthropic juga memperoleh komitmen investasi hingga 5 miliar dolar AS, dan didukung oleh Google dan Amazon, pesaing Microsoft di pasar cloud dan AI.

CEO Microsoft, Satya Nadella, menyebut peluncuran keluarga model MAI sebagai titik balik dalam perkembangan industri kecerdasan buatan. “Kami percaya waktunya telah tiba bagi setiap perusahaan untuk beralih dari sekadar menggunakan model AI terdepan menjadi ikut berpartisipasi langsung di garis depan ekosistem AI,” kata Nadella. Microsoft juga mengumumkan bahwa model-model MAI tidak hanya tersedia melalui layanan internal, tetapi juga dapat diakses melalui platform pihak ketiga seperti Fireworks AI, Baseten, dan OpenRouter.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.