Media Kampung – 15 April 2026 | Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, menegaskan harapannya agar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dapat dilaksanakan tepat pada tanggal 1 hingga 5 Agustus 2026, sebagaimana dijadwalkan dalam agenda tahunan organisasi. Penetapan tanggal tersebut diharapkan dapat memberi kepastian bagi ribuan delegasi dan umat Islam di seluruh Indonesia.

Muktamar ke-35 merupakan forum tertinggi Nahdlatul Ulama yang memutuskan arah kebijakan keagamaan, sosial, dan politik umat Islam selama lima tahun ke depan. Pelaksanaan Muktamar ini biasanya dihadiri oleh lebih dari 5.000 ulama, kader, dan perwakilan organisasi massa dari seluruh pelosok nusantara.

Dalam pernyataannya, KH Miftachul Akhyar menekankan pentingnya persiapan logistik, keamanan, serta penyediaan sarana akomodasi yang memadai bagi para peserta. Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait menjadi prioritas utama untuk menjamin kelancaran acara.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmen organisasi untuk menyelenggarakan Muktamar secara tertib. “Kami berkomitmen memastikan Muktamar berjalan lancar dan tepat waktu, serta menghasilkan kebijakan yang relevan dengan tantangan zaman,” ungkapnya.

Meskipun tanggal telah ditetapkan, lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 belum diumumkan secara resmi. Tim persiapan masih melakukan survei ke beberapa kota besar, termasuk Surabaya, Malang, dan Yogyakarta, untuk menilai kapasitas infrastruktur.

Kondisi geografis dan ketersediaan fasilitas akomodasi menjadi faktor utama dalam pemilihan tempat. Sejumlah pihak mengusulkan agar Muktamar diselenggarakan di wilayah Jawa Timur mengingat konsentrasi anggota NU yang tinggi di daerah tersebut.

Pemerintah daerah yang menjadi calon tuan rumah telah menyatakan kesiapan menyediakan dukungan keamanan, transportasi, serta layanan kesehatan bagi ribuan delegasi. Hal ini sejalan dengan upaya NU memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan dan aparat negara.

Sebagai tambahan, agenda Muktamar mencakup pembahasan isu-isu strategis seperti pendidikan Islam, pemberdayaan ekonomi umat, dan peran NU dalam demokrasi. Hasil keputusan diharapkan akan dituangkan dalam dokumen resmi yang menjadi acuan kebijakan nasional.

Kehadiran media massa dan lembaga survei diperkirakan akan meningkat, mengingat pentingnya Muktamar bagi perkembangan sosial politik Indonesia. Pengamatan awal menunjukkan antusiasme tinggi dari kalangan muda NU yang menantikan inovasi program keagamaan.

Saat ini, tim pelaksana masih menggarap detail teknis, termasuk penjadwalan sidang pleno, penyusunan modul pembahasan, dan pengaturan protokol kesehatan pasca pandemi. Semua persiapan diharapkan selesai menjelang akhir tahun 2025.

Dengan penetapan tanggal 1-5 Agustus 2026, harapan Rais Aam PBNU adalah agar Muktamar ke-35 menjadi momentum kebangkitan spiritual dan sosial bagi seluruh umat Islam di Indonesia. Keberhasilan acara ini diyakini akan memperkuat posisi Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan terbesar di dunia.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa keputusan final mengenai lokasi akan diumumkan pada kuartal pertama 2026, menjelang dimulainya persiapan lapangan. Publik menantikan pengumuman tersebut sebagai langkah konkret menuju pelaksanaan Muktamar yang sukses.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.