Media Kampung – 14 April 2026 | HIDMAT Muslimat NU meluncurkan kampanye Green Hajj untuk mengajak jamaah haji berperan aktif dalam pelestarian lingkungan selama pelaksanaan ibadah haji.
Kampanye resmi dimulai pada 10 April 2024 di kantor Pusat NU, Jakarta, dengan dukungan penuh dari Dewan Masjid dan Kerukunan Umat Islam (DMKI) serta Kementerian Agama.
Tujuan utama Green Hajj adalah menurunkan volume sampah yang dihasilkan oleh jutaan jamaah haji serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kebersihan di Tanah Suci.
Konsep Green Hajj menekankan pada penggunaan fasilitas ramah lingkungan, pengelolaan limbah secara terpisah, serta pemanfaatan produk biodegradable selama periode ibadah.
Selama pelaksanaan, setiap titik kumpul dan area akomodasi dilengkapi dengan tempat sampah berwarna kode hijau, biru, dan merah untuk memisahkan organik, non‑organik, dan limbah berbahaya.
Relawan Muslimat NU dilatih intensif selama dua minggu sebelum keberangkatan, mencakup teknik pemilahan sampah, edukasi jamaah, dan prosedur penanganan limbah medis.
Kementerian Agama berperan sebagai mitra strategis, menyediakan fasilitas daur ulang sementara di Mina serta mengkoordinasikan pengangkutan sampah ke pusat pengolahan di Jeddah.
Data awal menunjukkan penurunan sampah plastik sebesar 35 % dibandingkan dengan haji tahun 2023, dengan total sampah terkelola mencapai 12.000 ton dari total 30.000 ton yang dihasilkan.
“Green Hajj bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata kami untuk melestarikan bumi bagi generasi selanjutnya,” kata Ketua HIDMAT Muslimat NU, Siti Nurhayati dalam sambutan resmi.
Juru bicara Kementerian Agama menambahkan, “Kerjasama dengan organisasi perempuan seperti Muslimat NU memperkuat upaya kami dalam mewujudkan ibadah haji yang bersih dan berkelanjutan.”
Para jamaah yang mengikuti program melaporkan peningkatan kepedulian, dengan 78 % responden menyatakan mereka akan mengurangi penggunaan plastik pribadi selama perjalanan.
Di setiap pintu masuk Masjidil Haram, petugas menempatkan papan instruksi yang menjelaskan cara membuang sampah pada tempat yang tepat, serta menyediakan kantong plastik daur ulang bagi jamaah.
Materi edukasi berupa brosur, video singkat, dan aplikasi seluler didistribusikan sebelum keberangkatan untuk memastikan informasi sampai ke setiap peserta haji.
Produk yang dipakai, seperti sampul dokumen, tas jinjing, dan botol minum, semuanya terbuat dari bahan biodegradable yang terurai dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Implementasi Green Hajj di Tanah Suci berdampak positif pada kualitas udara dan kebersihan area sekitar, mengurangi penumpukan sampah plastik di tempat sampah umum.
Rencana ke depan mencakup peningkatan jumlah titik daur ulang, penambahan program penghargaan bagi jamaah yang paling aktif dalam pemilahan sampah, serta kolaborasi dengan lembaga internasional.
Muslimat NU mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, LSM, dan sektor swasta, untuk terus mendukung gerakan hijau ini demi keberlanjutan lingkungan.
Saat ini, tim monitoring masih mengumpulkan data lapangan dan akan merilis laporan akhir pada akhir September 2024, sebagai bahan evaluasi dan perbaikan program selanjutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan