Media Kampung – Satpolairud Perketat Pengawasan Pelabuhan di Situbondo sebagai upaya preventif untuk mencegah penyelundupan BBM, gas, dan narkoba, sekaligus meningkatkan keamanan perairan daerah.

Pengawasan difokuskan pada Pelabuhan Panarukan, rute Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, serta Pelabuhan Kalbut yang menjadi pintu masuk utama warga kepulauan Sumenep.

Kasat Satpolairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, menyatakan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap potensi penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi dan narkotika yang masuk maupun keluar wilayah.

Tim Satpolairud juga melibatkan program Pembinaan Masyarakat Perairan (Binmas) untuk menjalin kerja sama dengan nelayan, awak kapal, dan pedagang lokal.

Gede Sukarmadiyasa menegaskan, “Fokus utama kami adalah mencegah praktik penyelundupan barang ilegal, termasuk BBM bersubsidi, gas, dan narkotika, yang rawan masuk melalui pelabuhan tradisional.”

Pengawasan dianggap krusial karena perairan Situbondo merupakan jalur strategis bagi transportasi laut dan distribusi barang ke wilayah Jawa Timur.

Patroli rutin mencakup pemeriksaan kelengkapan dokumen pelayaran, ketersediaan alat keselamatan, serta pengecekan muatan pada kapal yang beroperasi di rute tersebut.

Sebagai contoh, petugas memeriksa Kapal Layar Motor Samporna Baru 02 yang dikomandoi oleh Bapak Heriyanto, meliputi verifikasi dokumen, peralatan keselamatan, dan pembongkaran sebagian barang.

Tidak hanya kapal komersial, para nelayan yang berlabuh di sekitar pelabuhan juga menjadi sasaran pemeriksaan untuk menghindari penimbunan solar bersubsidi secara ilegal.

Petugas mengingatkan nakhoda agar tidak menerima barang titipan tanpa pengecekan menyeluruh, guna mencegah keterlibatan tidak sengaja dalam tindak pidana.

“Jangan sampai kapal Anda mengangkut muatan terlarang tanpa sepengetahuan, karena konsekuensi hukum dapat merugikan seluruh pihak,” ujar Gede dalam penyuluhan.

Selain penegakan hukum, Satpolairud memberikan edukasi tentang pentingnya peralatan keselamatan seperti pelampung dan perlengkapan darurat pada setiap kapal.

Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat pesisir serta menurunkan ruang gerak bagi pelaku kejahatan lintas laut.

Data internal menunjukkan peningkatan jumlah inspeksi kapal sebesar 35% sejak pelaksanaan operasi pada 19 April 2026.

Selama minggu pertama, tidak ada temuan penyelundupan BBM atau narkoba yang signifikan, menandakan efektivitas pendekatan preventif yang diterapkan.

Masyarakat setempat menyambut baik upaya Satpolairud, dengan beberapa nelayan melaporkan adanya penurunan aktivitas mencurigakan di pelabuhan.

Pemerintah Kabupaten Situbondo mendukung inisiatif ini dan berencana memperluas program pengawasan ke pelabuhan-pelabuhan kecil lainnya di wilayahnya.

Keberlanjutan pengawasan akan diintegrasikan dengan aparat kepolisian dan Badan Keamanan Laut untuk menciptakan sinergi dalam penanggulangan kejahatan maritim.

Hingga kini, Satpolairud tetap berkomitmen menjaga keamanan perairan Situbondo, memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan transparan, dan melindungi ekonomi masyarakat pesisir.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.