Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, baru saja meluncurkan program Gerakan Ternak Telur Skala Rumah Tangga. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi telur di daerah tersebut.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menjelaskan bahwa saat ini produksi telur di Situbondo masih sangat rendah, hanya mencapai 3,5 ton per hari. Sementara itu, kebutuhan telur masyarakat lokal mencapai 17 ton per hari. “Setiap hari di Situbondo itu butuh 17 ton, yang ada hanya 3,5 ton. Jadi peluang terjun ke usaha peternakan ayam petelur sangat menjanjikan,” ungkap Bupati Rio pada Senin, 11 Mei 2026.
Minat masyarakat untuk beternak ayam petelur di Situbondo tergolong minim. Oleh karena itu, pemerintah daerah berinisiatif untuk mengembangkan peternakan ayam petelur dalam skala rumah tangga. Bupati Rio menekankan pentingnya pengembangan industri rumah tangga melalui gerakan ini untuk memotivasi masyarakat agar lebih aktif dalam beternak telur.
Dia juga mengajak kaum milenial untuk terlibat dalam usaha ini, tidak hanya sebagai peluang bisnis, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan telur di rumah tangga yang saat ini masih minim. “Ini peluang ya, khususnya buat gen Z untuk terjun ke usaha ayam petelur. Karena produksi telur ayam kita masih di bawah target,” tambahnya.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah peternak ayam petelur di Situbondo dan membantu memenuhi kebutuhan telur masyarakat. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, diharapkan masyarakat akan lebih termotivasi untuk memulai usaha peternakan telur di rumah mereka. Langkah ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian lokal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan