Media Kampung – Motor Harley-Davidson menabrak seorang anak berusia 10 tahun di Kelurahan Nanggala Sangpiak Salu, Kabupaten Toraja Utara, pada Kamis 30 April 2026, mengakibatkan korban tewas dan terungkap pengendara menggunakan pelat bodong yang tak terdaftar.
Kejadian terjadi saat rombongan motor yang berangkat dari Palopo menuju Rantepao kehilangan satu pengendara, RDN, yang tiba‑tiba hilang keseimbangan dan jatuh dari motor di jalan lurus.
Setelah terjatuh, motor tetap melaju sekitar 40 meter dan menabrak Julfian, siswa kelas 5 SD yang sedang berdiri di bahu jalan, lalu mengirimnya terlempar ke lahan persawahan.
Julfian dilarikan ke RS setempat, namun usaha penyelamatan tidak berhasil dan korban dinyatakan meninggal dunia pada malam harinya.
Polisi mengidentifikasi pengendara sebagai RDN alias Ridwan, menahannya di Rutan Polres Toraja Utara dan menuntutnya dengan Pasal 310 ayat (4) Undang‑Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.
Penyelidikan menemukan bahwa motor yang dikendarai tidak terdaftar di Samsat Jakarta; data kendaraan tidak muncul dalam sistem resmi.
“Kami sudah cek, kendaraan itu tidak teregistrasi di Samsat Jakarta,” kata Kombes Pol Pria Budi, Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, kepada wartawan pada Selasa 5 Mei.
Kasat Lantas Polres Toraja Utara, Iptu Muh Nasrum Sujana, menambahkan, “Motornya tetap berjalan ke depan sejauh sekitar 40 meter dan menabrak seorang anak pejalan kaki.”
Penggunaan pelat bodong atau plat nomor palsu memang sering dipakai untuk menghindari pajak dan pemeriksaan, namun praktik tersebut melanggar hukum dan meningkatkan risiko kecelakaan fatal.
Masyarakat Toraja Utara mengungkapkan keprihatinan mendalam, menuntut penegakan hukum yang tegas serta peningkatan keselamatan lalu lintas di wilayah pedesaan yang rawan.
Polda Sulsel menegaskan bahwa proses hukum akan dijalankan dengan profesionalisme dan transparansi, serta menyiapkan langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terulang.
Saat ini tersangka masih berada di sel Polres Toraja Utara, sementara penyelidikan lanjutan terus digali untuk memastikan semua faktor penyebab kecelakaan teridentifikasi secara lengkap.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan