Media Kampung – 12 April 2026 | Panitia Seleksi menegaskan proses penetapan Abul Chair sebagai Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat dilakukan secara objektif.

Penetapan tersebut berlangsung setelah pelantikan resmi oleh Gubernur Lalu Muhammad Iqbal di Pendopo Gubernur pada 9 April.

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 29/TPA Tahun 2026 menjadi landasan hukum pelantikan itu.

Abul Chair berhasil mengungguli dua kandidat lainnya, Ahmad Saufi dan Ahsanul Khalik, dalam penilaian akhir.

Ketua Panitia Seleksi, Prof. Riduan Mas’ud, menjelaskan bahwa Abul Chair masuk tiga besar kandidat terbaik berdasarkan seleksi ketat.

Riduan menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan dan profesional.

Proses dimulai dengan verifikasi dokumen, dilanjutkan dengan tes kompetensi, dan diakhiri dengan wawancara panel.

Setiap tahap dinilai oleh tim independen yang terdiri dari akademisi, praktisi pemerintahan, dan perwakilan masyarakat.

Hasil masing-masing tahap kemudian dirangkum dalam skor komprehensif yang menjadi dasar keputusan akhir.

Riduan menambahkan bahwa skor Abul Chair menunjukkan keunggulan konsisten di semua kriteria.

Ia menekankan bahwa Sekretaris Daerah bukan sekadar administrator, melainkan penggerak koordinasi lintas perangkat daerah.

Dalam peran tersebut, Abul Chair diharapkan mampu menyelaraskan perencanaan, penganggaran, dan pengawasan pembangunan.

Kemampuan manajerial dan pengawasan yang dimiliki menjadi nilai tambah penting bagi tata kelola daerah.

Pansel juga menanggapi kritik publik yang menyebut adanya potensi intervensi politik dalam proses seleksi.

Riduan menolak tuduhan tersebut, menyatakan bahwa tidak ada tekanan politik dari gubernur atau pihak lain.

Semua keputusan diambil berdasarkan data objektif yang diverifikasi secara internal.

Ia menegaskan bahwa proses seleksi telah diaudit oleh lembaga independen untuk menjamin integritas.

Hasil audit menunjukkan tidak ada indikasi penyimpangan atau manipulasi data.

Abul Chair, yang sebelumnya menjabat sebagai pejabat senior di Dinas Pemerintahan, memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di birokrasi NTB.

Pengalamannya mencakup pengelolaan program pembangunan infrastruktur dan program sosial yang melibatkan banyak pemangku kepentingan.

Pada kesempatan pelantikan, Gubernur Iqbal menyatakan kepercayaan penuh kepada Abul Chair untuk memajukan birokrasi provinsi.

Ia menambahkan bahwa kerja sama antara gubernur, Sekda, dan legislatif menjadi kunci keberhasilan kebijakan daerah.

Dengan latar belakang tersebut, Abul Chair diharapkan dapat memperkuat sinergi antar lembaga dan meningkatkan akuntabilitas publik.

Pansel menegaskan kembali bahwa proses seleksi telah memenuhi standar objektif dan siap mendukung agenda pembangunan NTB.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.