Media Kampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Ama Siswanto, meninjau pembangunan sumur bor di Desa Sumberejo, Kecamatan Plandaan, pada Senin (5/5). Sumur tersebut merupakan bagian dari program Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang ditujukan untuk mengatasi kekurangan air pada sektor pertanian.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan infrastruktur pengairan dapat segera dimanfaatkan petani, terutama menjelang musim kemarau. Ama menyatakan bahwa sumur bor di Sumberejo adalah titik keempat dari sepuluh titik yang direncanakan dalam program tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini kita melihat sumur keempat sudah terealisasi dari target sepuluh titik yang akan kita bangun. Ini amanah yang kami jemput langsung dari aspirasi warga saat reses,” ujar Ama Siswanto saat mengawali inspeksi.

“Harapannya sederhana, warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawahnya sehingga indeks pertanaman bisa meningkat,” tegasnya sambil meninjau kondisi lapangan.

Program ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi warga yang disampaikan saat agenda reses. Ama menekankan bahwa pembangunan sumur bor sejalan dengan komitmen partai dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian agraria di tingkat desa.

“Ini bagian dari upaya kami mendukung program ketahanan pangan. Dari tingkat desa, petani harus punya fasilitas yang memadai agar bisa berproduksi maksimal,” tambahnya, menegaskan pentingnya infrastruktur air dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Warga setempat menyambut baik proyek tersebut. Suwoto, seorang petani di Desa Sumberejo, mengaku terbantu signifikan dengan adanya sumur bor baru. Ia mengatakan selama ini persoalan air menjadi kendala utama, terutama saat memasuki musim kemarau.

“Kami sangat berterima kasih. Selama ini air memang jadi kendala terbesar. Dengan adanya sumur bor ini, kami punya harapan untuk tetap bisa bertani meski musim kemarau,” ucap Suwoto dengan nada optimis.

Selain meningkatkan ketersediaan air, sumur bor Pokir diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan tanaman padi dan hortikultura, yang menjadi mata pencaharian mayoritas warga Plandaan. Data awal menunjukkan penurunan tingkat gagal panen pada lahan yang terhubung dengan sumur baru.

Program Pokir DPRD Jombang juga melibatkan pelatihan teknik irigasi efisien bagi petani, guna memaksimalkan pemanfaatan air yang tersedia. Pelatihan tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan depan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.

Dengan dukungan legislator lokal dan partisipasi aktif petani, sumur bor di Sumberejo diproyeksikan akan beroperasi penuh dalam beberapa minggu ke depan. Ama Siswanto menutup kunjungan dengan harapan proyek selanjutnya dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi komunitas.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa sumur telah melewati tahap uji coba awal, dan aliran air telah mencapai lahan pertanian sekitar 2 hektar. Petani setempat mulai mengaliri sawah, menandai dimulainya fase produksi musim tanam berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.