Media Kampung – Fenomena utang yang muncul karena rasa sayang menjadi sorotan utama dalam laporan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Santo Thomas Medan, menyoroti bahaya pinjaman digital yang diambil demi memuaskan ekspektasi pasangan.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan peningkatan signifikan pengguna pinjaman online dalam tiga tahun terakhir, dengan mayoritas peminjam berusia antara 20 hingga 35 tahun, namun pemahaman tentang risiko bunga tinggi masih rendah.

Stefansen Zebua, mahasiswa hukum yang menulis artikel, mengungkapkan pengalaman pribadi ketika ia meminjam dana secara daring untuk membeli hadiah mahal bagi pacarnya, meski penghasilan tetap hanya dari beasiswa.

Ia menambahkan, “Saya dulu tidak menyadari dampak utang, sampai pasangan saya putus dan saya terjerat pembayaran,” ujar Zebua, menegaskan bahwa keputusan finansial sering dipengaruhi oleh tekanan emosional.

Media sosial memperkuat standar kehidupan pasangan yang ideal, menampilkan foto liburan mewah dan hadiah eksklusif, sehingga banyak individu merasa terpaksa menyesuaikan gaya hidup meski keuangan tidak memungkinkan.

Akibatnya, pinjaman digital yang menawarkan proses cepat tanpa jaminan menjadi pilihan utama, namun suku bunga yang mencapai dua digit serta denda keterlambatan membuat beban utang cepat melambung.

Studi psikologis mengaitkan beban utang dengan peningkatan stres, kecemasan, dan rasa bersalah, terutama ketika hubungan berakhir namun kewajiban pembayaran tetap melekat pada satu pihak.

Kekurangan literasi keuangan menjadi faktor utama, di mana survei Badan Penelitian dan Pengembangan Keuangan (BPPK) mencatat hanya 30 persen responden muda yang mampu menyusun anggaran bulanan secara efektif.

Komunikasi terbuka antara pasangan tentang kondisi keuangan menjadi kunci menghindari keputusan impulsif, sehingga ekspektasi realistis dapat dibangun sejak awal hubungan.

Pemerintah dan lembaga pendidikan diharapkan menambahkan materi literasi keuangan dalam kurikulum, sementara regulator dapat memperketat persyaratan transparansi bagi platform pinjaman online.

OJK baru-baru ini mengumumkan rencana kampanye edukasi nasional yang menargetkan generasi milenial, dengan fokus pada bahaya utang konsumtif yang dipicu oleh tekanan sosial.

Dengan pemahaman yang lebih baik dan komunikasi yang jujur, rasa sayang dapat tetap menjadi kekuatan positif tanpa menjerumuskan individu ke dalam lingkaran utang yang sulit terlepas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.