Media Kampung – 17 April 2026 | Harga manggis di Banyuwangi naik hingga Rp80 ribu per kilogram, memicu pemerintah daerah mengintensifkan program pengembangan komoditas unggulan.

Data tahun 2025 menunjukkan luas panen mencapai 795,59 hektare dengan total produksi 4.897,53 ton, menghasilkan produktivitas rata‑rata 95,9 ton per hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, menjelaskan potensi lahan dan produksi yang signifikan untuk komoditas ini.

Ia menambahkan pemerintah akan memfasilitasi berbagai kebutuhan petani agar produksi semakin optimal.

Sentra produksi manggis tersebar di kecamatan Sempu, Kalipuro, Songgon, Licin, dan Genteng.

Meskipun harga tinggi, tidak semua petani merasakan manfaat karena masih ada yang mengalami gagal panen.

Danang menekankan fokus pada peningkatan produktivitas agar keuntungan dapat dirasakan petani.

Rudi Hermawan, pengepul manggis di Desa Kelir, Kalipuro, menyebutkan harga petani untuk kualitas campuran berada di kisaran Rp63‑65 ribu per kilogram.

Ia menambahkan manggis kelas super dapat mencapai lebih dari Rp80 ribu per kilogram, naik signifikan sejak Ramadan.

Kenaikan tersebut dipicu permintaan ekspor yang tetap tinggi sementara pasokan dari Bali, Lombok, hingga Sumatera menurun.

Saat ini terdapat tiga perusahaan eksportir manggis di Banyuwangi yang telah memiliki izin resmi untuk pasar internasional.

Harga Rp80 ribu per kilogram merupakan rekor tertinggi, sebelumnya puncaknya hanya sekitar Rp20 ribu per kilogram.

Danang membandingkan fenomena ini dengan lonjakan harga kopi beberapa tahun lalu.

Pemerintah berencana memperkuat rantai pasok mulai dari bibit unggul hingga fasilitas penyimpanan dingin.

Program pelatihan teknik budidaya modern dijadwalkan diluncurkan pada kuartal kedua tahun ini.

Diharapkan produktivitas meningkat dan ketergantungan pada pasokan luar dapat berkurang.

Hingga kini, harga manggis tetap stabil di level tinggi, memberikan peluang ekonomi bagi petani dan pelaku usaha di Banyuwangi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.