Media Kampung – PLTA Upper Cisokan dihentikan sementara setelah terjadi longsor pada 2 Mei 2026, menandai langkah preventif PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) untuk melindungi keselamatan pekerja dan integritas proyek.
Keputusan penangguhan diumumkan pada Sabtu (2/5) lewat keterangan resmi PLN, menyusul laporan curah hujan tinggi yang memicu pergerakan tanah di area proyek yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Cianjur.
Landslide terjadi di zona yang sebelumnya telah diidentifikasi berpotensi longgar, namun intensitas hujan yang melampaui ambang batas menyebabkan material tanah meluncur menutupi jalur akses dan area kerja.
Ferdyan Hijrah Kusuma, Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Jawa Bagian Tengah, menjelaskan, “Benar, telah terjadi longsor akibat curah hujan tinggi. Sebagai langkah tindak lanjut, area tersebut beserta lokasi yang berpotensi longsor telah kami sterilkan dan juga menghentikan sementara seluruh aktivitas pekerjaan.”
Menurut pernyataan tersebut, tidak ada aktivitas kerja saat kejadian, sehingga tidak ada korban jiwa atau cedera di lapangan, serta tidak ada gangguan operasional pada infrastruktur yang sudah ada.
Proyek PLTA Upper Cisokan direncanakan menjadi fasilitas pumped storage dengan kapasitas terpasang sekitar 1.040 megawatt, terdiri dari empat unit turbin masing-masing 260 megawatt, yang akan berperan sebagai cadangan energi bagi jaringan listrik Jawa Barat.
Konsep pumped storage memanfaatkan dua waduk pada elevasi berbeda; saat beban listrik rendah, air dipompa ke waduk atas, dan ketika beban tinggi, air dilepas kembali melalui turbin untuk menghasilkan listrik secara efisien.
Lokasi proyek berada di daerah pegunungan yang rawan tanah longsor, sehingga perencanaan geoteknikal menjadi komponen krusial dalam fase konstruksi dan operasional.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat telah mengirim tim untuk melakukan pendataan, pemetaan potensi kerawanan, serta koordinasi dengan tim teknisi PLN guna mencegah kejadian serupa.
Tim teknisi PLN kini melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kondisi struktur tanah, stabilitas lereng, dan integritas fondasi turbin, sambil menyiapkan rekomendasi perbaikan sebelum pekerjaan dapat dilanjutkan.
Penjadwalan ulang proyek masih dipertimbangkan, mengingat kebutuhan untuk menunggu hasil evaluasi teknis dan kondisi cuaca yang tetap dipantau secara intensif.
Penangguhan sementara dapat mempengaruhi rencana penyediaan listrik tambahan di Jawa Barat, namun PLN menegaskan bahwa pasokan listrik regional tetap terjaga melalui pembangkit konvensional dan sumber energi terbarukan lainnya.
Tim pemantau cuaca daerah terus mengawasi intensitas curah hujan, dengan peringatan dini untuk menghindari potensi longsor susulan yang dapat mengancam keselamatan pekerja dan kelangsungan proyek.
Saat ini, area proyek telah disterilkan, tim teknis tengah menyusun laporan keamanan, dan PLN berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan PLTA Upper Cisokan setelah memastikan standar keselamatan terpenuhi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan