Media Kampung – Ratusan ribu anggota Muslimat Nahdlatul Ulama Jawa Barat turun ke Masjid Raya Al-Jabbar di Bandung untuk melakukan aksi Hijaukan Masjid secara massal.

Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 13 April 2024, dengan partisipasi lebih dari 30.000 relawan wanita yang datang dari seluruh wilayah provinsi.

Para kader membersihkan lantai, dinding, dan area sekitar masjid menggunakan peralatan ramah lingkungan serta menanam bibit pohon di halaman utama.

Seluruh aksi dipandu oleh panitia khusus yang berkoordinasi dengan pengurus Masjid Raya Al-Jabbar untuk memastikan prosedur kebersihan sesuai standar keagamaan.

Pemerintah Kota Bandung memberikan dukungan logistik berupa kantong sampah biodegradable, air bersih, dan transportasi bagi relawan yang berasal dari luar kota.

Langkah hijau ini diharapkan dapat menurunkan volume sampah plastik di lingkungan masjid serta meningkatkan kualitas udara di sekitar kompleks ibadah.

“Kebersihan masjid adalah cerminan iman, dan dengan menanam pohon kami menegaskan komitmen Islam terhadap alam,” ujar Ketua Umum Muslimat NU Jawa Barat, Siti Nurhayati.

Tim persiapan menyiapkan lebih dari 5.000 kantong sampah, 200 sapu, serta 1.000 botol semprot air bersih untuk mempermudah proses pembersihan.

Jenis bibit yang ditanam meliputi pohon sengon, bakau, dan bunga melati yang dipilih karena cepat tumbuh dan mudah dirawat.

Generasi muda yang tergabung dalam program kepengurusan Muslimat turut berperan aktif, memimpin kelompok kecil dan mengedukasi sesama relawan tentang pentingnya daur ulang.

Berita tentang aksi ini diliput oleh sejumlah media lokal, termasuk portal NU dan stasiun televisi regional, yang menyoroti dampak sosial dan lingkungan.

Pengunjung masjid melaporkan suasana yang lebih segar dan nyaman setelah area kebersihan selesai, meningkatkan rasa hormat dan kebanggaan mereka terhadap tempat ibadah.

Aksi serupa pernah dilakukan pada tahun 2021 di Masjid Agung Ciamis, namun skala di Al-Jabbar jauh lebih besar karena dukungan jaringan nasional Muslimat NU.

Ke depan, panitia berencana mengadakan program pemeliharaan rutin setiap tiga bulan, melibatkan kembali komunitas Muslimat dan warga sekitar.

Beberapa tantangan yang dihadapi meliputi cuaca panas pada siang hari dan keterbatasan fasilitas pembuangan sampah di area masjid.

Respons masyarakat sangat positif, dengan banyak warga yang menawarkan bantuan tambahan berupa pupuk organik dan peralatan kebersihan.

Untuk memastikan keberlanjutan, tim lingkungan masjid akan memonitor pertumbuhan tanaman dan kebersihan area secara berkala selama satu tahun ke depan.

Saat ini, seluruh sudut Masjid Raya Al-Jabbar telah bersih, hijau, dan siap menyambut jamaah dengan suasana yang lebih sehat dan asri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.