Media Kampung – Mulai 2 Mei 2026, KA Sangkuriang resmi beroperasi, menghubungkan Stasiun Ketapang di Banyuwangi dengan Stasiun Bandung secara langsung tanpa perlu transit.

Kereta ini dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 9 Jember, yang menargetkan peluncuran layanan penuh pada tanggal tersebut.

Rute perjalanan menempuh jarak 1.002 kilometer melintasi sepuluh provinsi, mencakup kota-kota utama seperti Jember, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Ciamis, dan Tasikmalaya.

Dengan durasi tempuh yang kompetitif, KA Sangkuriang diharapkan menjadi alternatif nyaman bagi penumpang yang sebelumnya mengandalkan moda transportasi darat atau penerbangan.

Setiap rangkaian kereta terdiri dari satu gerbong compartment berkapasitas 16 tempat duduk yang menawarkan privasi tinggi.

Empat gerbong eksekutif berbahan stainless steel menyediakan total 200 kursi dengan fasilitas premium, sementara tiga gerbong ekonomi menyumbang 240 kursi.

Selain itu, satu gerbong restorasi melayani konsumsi penumpang dan satu gerbong pembangkit mendukung kebutuhan operasional sepanjang rute.

“KA Sangkuriang hadir membawa suasana baru dalam layanan perjalanan kereta api, tidak hanya menambah pilihan moda transportasi, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien bagi masyarakat,” ujar Cahyo Widiantoro, Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi strategis kereta dalam meningkatkan kualitas layanan publik serta memperkuat integrasi wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Konektivitas langsung antara Ketapang dan Bandung membuka akses lebih cepat ke pusat ekonomi, pendidikan, dan pariwisata di kedua ujung pulau.

Penumpang dapat menikmati pemandangan alam yang beragam, mulai dari pegunungan Bromo di Jawa Timur hingga perbukitan hijau di sekitar Bandung.

Dengan keberadaan KA Sangkuriang, sektor pariwisata daerah sepanjang lintasan diperkirakan akan mengalami peningkatan kunjungan wisatawan domestik.

Dampak ekonomi diharapkan meluas ke sektor perhotelan, kuliner, dan perdagangan lokal, seiring meningkatnya arus penumpang.

Sebagai stimulus awal, KAI menawarkan diskon 50 persen untuk tiket perjalanan perdana pada 1 Mei 2026, satu hari sebelum layanan resmi dimulai.

Promosi ini dirancang untuk menarik minat masyarakat mencoba fasilitas baru serta mengumpulkan data operasional sebelum fase penuh.

KA Sangkuriang juga akan terintegrasi dengan jaringan bus antar kota dan layanan ojek daring di stasiun utama, memudahkan penumpang melakukan perjalanan lanjutan.

Pihak manajemen menargetkan rata-rata 5.000 penumpang per hari pada tahun pertama, dengan harapan pertumbuhan tahunan mencapai 10 persen.

Sejauh ini, semua persiapan teknis dan administratif telah selesai, dan kereta diperkirakan akan meluncur tepat waktu pada 2 Mei 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.