Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Malang memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Bongkar Ratoon Tebu 2026 seiring dengan besarnya alokasi anggaran dari pemerintah pusat. Melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan telah menetapkan pagu anggaran sebesar Rp40,08 miliar untuk paket Pengadaan Benih Tebu di wilayah tersebut pada Tahun Anggaran 2026. Program ini mencakup pengadaan sebanyak 240 juta mata benih tebu untuk lahan seluas 4.000 hektare, dengan metode pengadaan e-purchasing.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputra, menegaskan pentingnya pengawasan ketat agar program berjalan tepat sasaran. “Besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat. Kami akan mengoptimalkan koordinasi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, serta BRPM Jawa Timur untuk memperkuat pengawalan program di lapangan,” ujar Avicenna usai kegiatan tanam tebu perdana bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kamis (18/6/2026).

Kabupaten Malang mendapat target bongkar ratoon terbesar di Jawa Timur pada 2026, yakni mencapai 7.500 hektare. Luasan tersebut terdiri atas usulan calon petani calon lokasi (CPCL) indikatif seluas 5.250 hektare dan potensi CPCL definitif sekitar 2.700 hektare. Angka ini lebih tinggi dibanding Kabupaten Kediri yang hanya 7.000 hektare. Avicenna menambahkan, pengawasan akan dilakukan sejak tahap verifikasi calon petani dan calon lokasi, distribusi benih, hingga pelaksanaan bongkar ratoon di lapangan. Langkah ini penting untuk memastikan program yang menjadi bagian dari agenda Asta Cita pemerintah berjalan efektif dan terhindar dari potensi penyimpangan.

“Karena dukungan anggaran dari pusat sangat besar, seluruh pihak harus ikut mengawal. Program ini harus benar-benar diterima petani yang berhak dan mampu meningkatkan produktivitas tebu untuk mendukung swasembada gula nasional,” tegas Avicenna. Kegiatan tanam tebu perdana tersebut turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Bupati Malang, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Dandim 0818/Malang-Batu, Kapolres Malang, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.