Media Kampung – Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lumajang telah tiba di rumah duka di Desa Sumberejo, Kecamatan Candipuro, setelah meninggal dunia di Malaysia akibat gagal jantung. Proses pemulangan berlangsung pada Jumat malam, 15 Mei 2026, dengan pendampingan dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Lumajang.
Almarhum Bawon Kromo, 59 tahun, yang tinggal di Dusun Candi Lor RT 003 RW 004, diketahui telah bekerja di Malaysia secara nonprosedural sejak tahun 2000. Jenazahnya diterbangkan dari Malaysia pada Rabu, 13 Mei 2026, pukul 15.40 waktu setempat, dan tiba di Bandara Juanda, Surabaya, pukul 17.30 WIB.
Keluarga melakukan pemulangan jenazah secara mandiri, sementara proses administrasi dan penanganan di bandara difasilitasi oleh UPT P2TK Disnaker Jawa Timur tanpa biaya. Proses ini memakan waktu sekitar satu hingga dua jam sebelum jenazah diberangkatkan menuju rumah duka dan diperkirakan tiba antara pukul 22.00 hingga 23.00 WIB.
Madiono, Ketua DPC SBMI Lumajang, menjelaskan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk perlindungan dan penghormatan terakhir bagi PMI yang meninggal dunia di luar negeri, khususnya mereka yang berangkat secara nonprosedural. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam menghadapi proses pemulangan dan pemakaman.
Kematian Bawon Kromo menjadi pengingat pentingnya perlindungan bagi pekerja migran Indonesia, terutama yang bekerja secara tidak resmi di luar negeri. SBMI terus aktif memberikan pendampingan dan advokasi agar hak-hak PMI tetap terlindungi hingga saat terakhir.
Dengan tiba di rumah duka, keluarga dan warga sekitar dapat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Proses pemulangan ini diharapkan menjadi penutup yang layak bagi perjalanan hidup Bawon Kromo sebagai PMI yang telah bekerja bertahun-tahun di Malaysia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan