Media Kampung – RSUD Pandega di Pangandaran, Jawa Barat, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah musim penghujan dan cuaca ekstrem yang sedang berlangsung. Pihak rumah sakit menekankan pentingnya mengenali tanda bahaya DBD sejak awal agar penanganan bisa dilakukan tepat waktu dan mencegah kondisi yang lebih parah.

Musim penghujan yang meningkatkan genangan air menjadi faktor risiko utama berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan vektor penular DBD. RSUD Pandega mengimbau warga tidak mengabaikan perubahan suhu tubuh pasien yang menurun secara tiba-tiba, karena fase ini bisa menjadi tanda kritis dalam perjalanan penyakit. Penurunan suhu tubuh tersebut kerap disalahartikan sehingga pasien terlambat mendapatkan perawatan intensif.

Pihak rumah sakit juga mengingatkan agar warga aktif membersihkan lingkungan sekitar dari potensi tempat berkembang biaknya nyamuk, seperti menutup wadah penampungan air dan menguras bak mandi secara rutin. Langkah-langkah pencegahan ini dianggap krusial untuk mengurangi risiko penularan DBD, terutama di daerah rawan seperti Pangandaran yang terdampak oleh perubahan cuaca ekstrem.

Hingga saat ini, RSUD Pandega terus memantau perkembangan kasus DBD dan siap memberikan pelayanan medis bagi pasien yang membutuhkan. Imbauan ini menjadi bagian dari upaya bersama antara lembaga kesehatan dan masyarakat dalam mengendalikan penyebaran penyakit yang dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani sejak awal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.