Media Kampung – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap bahwa kasus penyakit ginjal di Indonesia meningkat 476% dalam lima tahun terakhir, dan menyoroti konsumsi gula sebagai penyebab utama.

Data tersebut diungkap dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan pada Senin, 20 April 2024, setelah pertemuan bilateral dengan Menkes China di Beijing pada 27 Maret 2024.

Kenaikan ini menempatkan beban biaya pengobatan pada BPJS Kesehatan mencapai sekitar 13 triliun rupiah, menjadikan penyakit ginjal urutan kedua setelah penyakit jantung dalam hal biaya pengobatan nasional.

Budi menambahkan bahwa pola konsumsi gula berlebih, terutama melalui minuman manis dan makanan olahan, mempercepat kerusakan nefron dan meningkatkan risiko hipertensi serta diabetes, dua faktor risiko utama bagi gagal ginjal.

Pemerintah telah merencanakan penerapan kebijakan pelabelan nutrisi “nutri‑level” pada produk makanan dan minuman, dengan tujuan memberi informasi kadar gula secara jelas kepada konsumen.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat menurunkan asupan gula per kapita, yang saat ini berada di atas 50 gram per hari, jauh melampaui rekomendasi WHO sebesar 25 gram.

Selain kebijakan pelabelan, Kementerian Kesehatan juga mengintensifkan program edukasi melalui posyandu, sekolah, dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya gula berlebih bagi ginjal.

Dalam rapat tersebut, Menkes menyoroti bahwa penyakit stroke dan ginjal kini menempati posisi tertinggi sebagai penyebab kematian, melampaui kanker, dan menuntut penyesuaian tarif layanan medis di rumah sakit.

Ia mengkritik tarif reimburse untuk prosedur stroke yang rendah, sehingga rumah sakit enggan melakukan tindakan mahal seperti trombektomi, yang berdampak pada angka mortalitas.

Untuk mengatasi ketimpangan tarif, Kementerian Kesehatan bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) berencana merevisi insentif pembayaran berdasarkan data insiden penyakit, agar layanan stroke dan ginjal mendapatkan kompensasi yang proporsional.

Budi menutup pertemuan dengan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Pendidikan, serta industri makanan, untuk menurunkan konsumsi gula dan menurunkan beban penyakit ginjal di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.