Media Kampung – Jember merayakan Hari Bumi 2026 dengan serangkaian program yang menekankan pelestarian lingkungan dan partisipasi masyarakat. Acara utama dilaksanakan pada 22 April 2026 di Alun‑Alun Kota Jember.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar penanaman 10.000 bibit pohon mangga, rambutan, dan jati di lima desa percontohan. Target penanaman ditetapkan untuk menambah tutupan hijau sebesar 3,5 persen wilayah kabupaten.
Selain penanaman pohon, dinas juga meluncurkan program daur ulang sampah plastik dengan menyediakan 150 titik pengumpulan di setiap kecamatan. Program tersebut diperkirakan dapat mengurangi 12.000 ton sampah plastik per tahun.
Sekolah‑sekolah menengah atas di Jember dilibatkan dalam lomba inovasi lingkungan dengan hadiah total Rp 150 juta. Lomba ini menstimulasi siswa untuk menghasilkan prototipe pengelolaan air bersih dan energi terbarukan.
Bupati Jember, Dr. H. Arifin, menyatakan, ‘Hari Bumi 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran ekologis warga Jember’. Ia menambahkan pemerintah akan meningkatkan anggaran lingkungan sebesar 20 persen pada tahun fiskal 2027.
Kegiatan edukasi publik termasuk penyuluhan tentang pentingnya konservasi mangrove di Pantai Papuma. Para relawan bersama LSM setempat menanam 2.500 bibit bakau selama tiga hari.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat deforestasi di Kabupaten Jember menurun 1,8 persen sejak 2022, sejalan dengan kebijakan hijau yang diterapkan. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh program insentif bagi petani yang mengadopsi agroforestry.
Transportasi umum pada hari perayaan diberi tarif khusus dan menggunakan kendaraan berbahan bakar bio‑diesel untuk mengurangi emisi karbon. Pusat perbelanjaan utama di Jember juga menutup operasional selama tiga jam untuk mengurangi konsumsi listrik.
Warga Jember secara sukarela berpartisipasi dalam aksi bersih‑bersih sungai Brantas, membersihkan lebih dari 2.300 meter persegi area aliran air. Hasil sampah yang terkumpul meliputi sampah organik, logam, dan bahan non‑degradasi.
Dengan serangkaian inisiatif tersebut, Jember berharap dapat menjadi contoh kota hijau di Jawa Timur pada masa mendatang. Pemantauan dampak lingkungan akan dilakukan setiap kuartal oleh tim ahli independen.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan