Media Kampung – Bakesbangpol Jember melaksanakan program Jemput Data Kemiskinan di wilayah terpencil Lereng Raung, meningkatkan cakupan data sosial untuk perencanaan kebijakan anti‑kemiskinan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 April 2026 dan mencakup 15 desa yang selama ini sulit dijangkau.
Tim lapangan yang dipimpin oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember, Dr. H. Agus Mulyadi, terdiri dari 12 petugas pendataan, 4 ahli statistik, serta 2 tenaga medis untuk mendukung kesehatan responden. Masing‑masing petugas dibekali perangkat tablet berisi kuesioner terintegrasi dengan sistem basis data daerah.
Pengumpulan data difokuskan pada indikator kemiskinan multidimensi, meliputi pendapatan rumah tangga, akses layanan kesehatan, pendidikan, serta kepemilikan aset produktif. Setiap rumah tangga diwawancarai secara langsung dengan pendekatan door‑to‑door untuk memastikan keakuratan informasi.
Selama proses pendataan, tim menemukan bahwa 42,7 % rumah tangga di Lereng Raung berada di bawah garis kemiskinan nasional, sementara 27,3 % belum memiliki akses listrik permanen. Data ini menjadi dasar rekomendasi penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.
Kepala Bakesbangpol, Dr. H. Agus Mulyadi, menyatakan, “Program jemput data ini adalah upaya konkret pemerintah kabupaten untuk menembus daerah paling marginal dan memastikan setiap warga terdata dengan baik.” Ia menambahkan bahwa hasil pendataan akan diproses dalam tiga minggu ke depan untuk dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Kemiskinan Nasional.
Tim lapangan menghadapi tantangan geografis berupa jalan setapak berbatu dan kondisi cuaca yang berubah-ubah, sehingga diperlukan penggunaan kendaraan off‑road dan koordinasi dengan aparat desa setempat. Dukungan penduduk lokal berupa petunjuk arah dan bantuan logistik menjadi faktor penting kelancaran operasi.
Data yang terkumpul juga mencakup informasi mengenai sumber mata pencaharian utama, yakni pertanian subsisten, peternakan kecil, dan kerja harian di perkebunan kopi. Sekitar 58 % responden mengandalkan pertanian sebagai satu‑satunya mata pencaharian, menandakan kebutuhan akan program peningkatan produktivitas pertanian.
Setelah selesai, tim melakukan verifikasi silang dengan data BPS setempat untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan. Hasil verifikasi menunjukkan selisih pendapatan rata‑rata sebesar 12 %, yang akan dijadikan acuan perbaikan metodologi di masa mendatang.
Pemerintah Kabupaten Jember berencana mengintegrasikan data ini ke dalam Sistem Manajemen Bantuan (SMB) sehingga alokasi dana bantuan dapat dilakukan secara real‑time. Integrasi tersebut diharapkan menurunkan tingkat kebocoran dana dan meningkatkan efektivitas program kesejahteraan.
Selain itu, hasil pendataan akan disosialisasikan kepada lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi kepemudaan setempat untuk memperkuat kolaborasi dalam program penanggulangan kemiskinan. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses penurunan angka kemiskinan di Lereng Raung.
Dalam rapat evaluasi yang dijadwalkan pada akhir April 2026, Bakesbangpol akan menyajikan temuan lengkap kepada Bupati Jember dan Dinas Sosial. Keputusan strategis akan diambil berdasarkan data terbaru untuk menyiapkan paket bantuan yang lebih terukur.
Hingga kini, proses pendataan telah selesai dan data sementara sudah tersedia dalam sistem internal. Tim sedang menyiapkan laporan akhir yang akan dipublikasikan pada bulan Mei 2026 sebagai langkah transparansi dan akuntabilitas publik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan