Media Kampung – Seekor sapi jenis Simental Cross yang dipelihara oleh peternak dari Caraka Farm di Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso, berhasil terpilih sebagai hewan kurban Presiden Republik Indonesia pada perayaan Idul Adha tahun 2026. Sapi tersebut, yang diberi nama Pasah, memiliki bobot lebih dari satu ton dan berusia dua tahun empat bulan.

Eric Setyawan, pemilik Caraka Farm, mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya sapi peliharaannya sebagai kurban Presiden RI. Menurutnya, keberhasilan ini memberikan motivasi tambahan tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi para peternak lain di Bondowoso untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka.

Proses penemuan sapi Pasah berawal saat petugas kesehatan hewan dari Puskeswan Tapen melakukan kunjungan ke kandang Caraka Farm. Petugas tersebut mengetahui bahwa peternakan ini sering memiliki sapi berukuran besar karena aktif dalam bisnis jual beli ternak serta rutin mengikuti kontes sapi.

Eric menjelaskan bahwa Pasah merupakan sapi hasil inseminasi buatan dan merupakan anakan dari ternak miliknya sendiri. Nama Pasah diberikan karena sapi ini lahir pada bulan puasa, yang menambah nilai khusus pada hewan kurban tersebut.

Di Caraka Farm, istilah sapi jumbo digunakan untuk sapi dengan bobot di atas satu ton. Saat ini, peternakan tersebut memelihara sekitar enam ekor sapi jumbo, sementara sebelumnya sudah ada sekitar 15 ekor sapi dengan ukuran serupa yang telah dikirim ke Jakarta.

Selain fokus pada penggemukan sapi, Eric juga menyebutkan bahwa usaha peternakannya menangani sekitar 250 ekor sapi dalam satu periode usaha, dengan indukan yang dipelihara oleh saudaranya untuk breeding. Sapi Pasah sendiri awalnya direncanakan untuk mengikuti kontes ternak tahun ini, tapi rencana tersebut batal setelah sapi itu terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI.

“Rencananya diikutkan tahun ini, tapi karena sudah terpilih sebagai sapi kurban RI 1, ya dia lebih bangga untuk dimuliakan,” ujar Eric.

Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas ternak dari Bondowoso yang mampu bersaing di tingkat nasional dan memberikan semangat baru bagi para peternak di daerah tersebut untuk terus mengembangkan kualitas dan kuantitas ternak mereka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.