Media Kampung – Sebanyak 36 delegasi dari 16 negara mengaku terkesan dengan pengelolaan pertanian dan perkebunan di Banyuwangi. Mereka hadir dalam program Capacity Building for Like-Minded Countries (LMCs) Sustainable Timber yang digelar pada 24-27 Juni 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI bersama Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University. Para delegasi berasal dari Argentina, Brazil, Guatemala, Bolivia, Kolombia, Ekuador, Meksiko, Ghana, Honduras, Republik Dominika, Nigeria, Saint Lucia, Pantai Gading, Papua Nugini, Malaysia, dan Thailand.
Facundo Gonzalez, delegasi dari Argentina, mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di Asia. Pria yang bekerja di unit lingkungan hidup, perubahan iklim, dan perdagangan Kementerian Luar Negeri Argentina itu sangat terkesan dengan keramahan warga Indonesia. “Ini adalah negara Asia pertama yang saya pijak, dan menurut saya sejauh ini keramahan orang-orang Indonesia benar-benar luar biasa,” ujarnya.
Ia juga kagum dengan keindahan alam Banyuwangi, khususnya hutan yang dikelola oleh Kesatuan Pemangku Hutan (KPH). Menurutnya, suasana hutan di Banyuwangi sangat unik karena ia bisa mendengar suara azan dari masjid saat berada di tengah hutan. “Bagi saya pribadi, saya sangat menghargai momen itu. Rasanya menyenangkan sekali bisa berada di sana,” tambahnya.
Kesan positif juga disampaikan Ophilious Lambog dari Timber Industry Development Division, Forestry Commission Ghana. Ia mengaku terkesan dengan keramahan warga Banyuwangi dan kelezatan makanan setempat.
Kepala CTSS IPB University, Prof. Damayanti Buchori, menjelaskan bahwa program ini bertujuan berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan komoditas kayu yang legal, berkelanjutan, dan berdaya saing. “Banyuwangi memberikan ruang yang baik untuk melihat praktik lapangan, teknologi, dan perkembangan sektor timber berkelanjutan di Indonesia,” katanya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengucapkan terima kasih karena daerahnya dipilih sebagai lokasi kegiatan. Ia berharap Banyuwangi bisa mendapatkan wawasan berharga untuk pengembangan perkebunan dan kehutanan ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan