Media Kampung – Memasuki awal liburan sekolah, antrean kendaraan kembali terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sejak Minggu, 21 Juni 2026. Antrean didominasi kendaraan logistik yang akan menyeberang ke Bali, namun peningkatan volume kendaraan kecil, bus, dan roda dua turut memperparah kondisi.
General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko, menyatakan bahwa antrean sudah terlihat sejak Minggu siang dan berlanjut hingga Senin, 22 Juni 2026. “Dari hari Minggu siang sampai dengan malam hari dan sampai hari ini, sehingga dengan adanya lonjakan itu maka berimbas terhadap adanya antrean di sini,” jelasnya. Total kendaraan yang menyeberang pada Minggu mencapai 9.600 unit, meningkat 21 persen dari hari sebelumnya yang hanya 7.000 unit.
Penyebab Antrean
Selain lonjakan volume kendaraan, cuaca buruk di Selat Bali turut memicu antrean. Ombak deras dan arus kuat pada Minggu malam hingga Senin dini hari menyebabkan beberapa kapal gagal sandar di Pelabuhan Ketapang, sehingga memperlambat proses bongkar muat. “Kondisi ini diperparah dengan adanya ombak pantai yang cukup deras, sehingga mempengaruhi beberapa kapal yang terjadi gagal sandar,” ujar Arief.
Upaya Penguraian Antrean
Untuk mengatasi kepadatan, ASDP mengoperasikan 29 kapal, terdiri dari 28 kapal reguler dan satu kapal perbantuan di dermaga LCM. Di dermaga LCM, sembilan dari sepuluh kapal menerapkan pola tiba bongkar berangkat (TBB) bergantian, sementara satu kapal lainnya melaksanakan full TBB. Polisi juga melakukan rekayasa lalu lintas: kendaraan yang keluar dari pelabuhan diarahkan ke selatan, sementara kendaraan truk dialihkan ke kantung parkir di Bulusan sebelum masuk pelabuhan.
Dampak bagi Sopir
Salah seorang sopir truk, Lukman, mengaku terjebak kemacetan sejak pukul 06.00 WIB di wilayah Watudodol. Hingga pukul 14.00 WIB, ia masih antre di jalan menuju kantong parkir. “Kalau sehari saja bisa nambah Rp150 ribu untuk makan dan rokok,” ungkapnya. Dalam kondisi normal, ia bisa mengirim dua rit barang dari Surabaya ke Bali per hari, namun akibat kemacetan, dalam seminggu hanya satu rit. “Kadang delapan hari hanya satu rit saja. Kami berharap ada solusi, masak tiap hari kayak gini,” keluhnya.
Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang diperkirakan masih akan berlangsung selama masa liburan sekolah. ASDP bersama kepolisian terus berupaya mengatur arus lalu lintas dan mengoptimalkan operasional kapal untuk meminimalkan dampak bagi pengguna jasa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan