Media Kampung – Malang – Grup musik Aksaranata kembali merilis single terbaru berjudul “Tertinggal di Banyuwangi” yang resmi menjadi soundtrack film horor Sihir Tanah Kubur produksi MVP Pictures. Lagu ini sudah tersedia di seluruh platform musik digital mulai 22 Juni 2026.
Single ini ditulis oleh Jeropoint dan digarap bersama personel Aksaranata lainnya, yaitu Kresti, Arie, Rio, dan Ritchi. Dengan aransemen musik yang merdu dan atmosferik, “Tertinggal di Banyuwangi” mengusung tema besar kehilangan, trauma, serta janji yang tak pernah terselesaikan. Liriknya menggambarkan kisah rasa yang tertinggal begitu lama hingga melampaui batas kehidupan dan kematian, menghadirkan nuansa mistis emosional yang kental.
Inspirasi lagu ini berasal dari nuansa magis Banyuwangi, sebuah daerah yang dikenal dengan kentalnya unsur mistis dan budaya. Lewat lirik yang menelusuri jejak luka, penyesalan, dan dendam yang terus hidup dalam ingatan, lagu ini seolah menghadirkan pergulatan batin antara dunia nyata dan keabadian.
Secara musikal, Aksaranata dikenal sebagai grup yang mengeksplorasi perpaduan unsur tradisi dan eksperimental. Sejak debut album Di Ambang Kematian pada 2022 dengan warna Folk Jazz, mereka terus mengembangkan identitas musikalnya. Pada 2024, Aksaranata juga merilis single “Koe Lan Aku” yang menjadi soundtrack film SUMALA, dengan eksplorasi Folk Horror dan unsur budaya Jawa melalui instrumen tradisional serta vokal sinden.
“Tertinggal di Banyuwangi” bukan sekadar karya musik, tetapi juga refleksi atas perjalanan emosional manusia terhadap kehilangan dan memori masa lalu. Lagu ini menyoroti keinginan untuk menyelesaikan hal-hal yang belum sempat tuntas, sebuah tema yang konsisten mewarnai karya-karya Aksaranata sebelumnya.
Bagi penggemar musik dan film horor, single ini menjadi pelengkap atmosfer Sihir Tanah Kubur yang diharapkan mampu memperkuat pengalaman menonton.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan