Media Kampung – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh putra daerah Indonesia. Adam Kandias (21), mahasiswa asal Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil menjuarai kompetisi satelit bergengsi tingkat dunia yang diselenggarakan oleh American Astronautical Society (AAS) dengan dukungan NASA. Dalam ajang CanSat Competition 2026 yang berlangsung di Virginia, Amerika Serikat, pada 7-8 Juni 2026, Adam bersama tim riset Bamantara EEPISAT meraih Juara III Dunia.
Perjalanan Menuju Panggung Dunia
Adam yang kini duduk di semester empat Program Studi Teknik Komputer Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) merupakan satu-satunya perwakilan Indonesia yang berhasil menembus babak final. Mereka bersaing ketat dengan 67 tim dari 21 negara. Proses kompetisi memakan waktu hampir satu tahun, dimulai dari penyusunan desain, penulisan paper teknis, presentasi, pengujian sistem, hingga puncaknya peluncuran satelit mini di Virginia.
Dalam tim, Adam bertanggung jawab mengembangkan perangkat lunak Ground Control Station (GCS), sistem komunikasi data, serta riset antena untuk mendukung misi satelit mini yang mereka kembangkan. “Peran saya adalah memastikan semua sistem komunikasi berjalan lancar selama misi,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Dias tersebut.
Awal Mula Ketertarikan pada Teknologi
Ketertarikan Adam pada dunia teknologi dan riset kedirgantaraan bermula saat ia masih bersekolah di SMKN 1 Banyuwangi. Ia mengikuti program inkubasi talenta digital lokal bernama Jagoan Digital yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Melalui program angkatan 2023-2024 tersebut, Adam sempat mengembangkan startup lokal bernama ‘Tambalin’ dan terpilih masuk ke Banyuwangi Business Academy.
“Melalui Jagoan Digital, saya mendapat pengalaman belajar yang tidak saya temukan di sekolah. Terutama mengenai pola pikir untuk terus belajar, berinovasi, pemecahan masalah berbasis teknologi, hingga kemampuan public speaking,” kata Dias. Pengalaman inilah yang memantapkan langkahnya untuk mendalami teknik komputer di bangku kuliah dan akhirnya berujung pada panggung kompetisi NASA.
Apresiasi dari Bupati Banyuwangi
Keberhasilan Adam mendapat apresiasi dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Menurut Ipuk, program inkubasi Jagoan Digital yang digagas pemkab memang dirancang untuk menjaring inovasi dari akar rumput agar mampu bersaing secara global. “Kami semua sangat bangga tentunya dengan talenta berbakat seperti Adam Kandias. Ini bisa menjadi inspirasi anak muda lain untuk berprestasi di berbagai sektor,” kata Ipuk.
Program Jagoan Digital sejauh ini telah menetaskan ratusan talenta digital di daerah. Beberapa alumnus program ini tercatat berhasil diserap oleh startup teknologi nasional serta meraih prestasi di ajang nasional hingga mendapatkan beasiswa LPDP di Columbia University.
Bagi Dias, pencapaian juara di Amerika Serikat ini bukan akhir proses, melainkan validasi bahwa talenta dari daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat global. “Saya bersyukur karena perjalanan yang dimulai dari ketertarikan pada teknologi di daerah, dapat mengantarkan saya membawa nama Indonesia di tingkat dunia,” ucap Dias.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan