Media Kampung – Warga Banyuwangi diperantauan diminta memperkuat jaringan guna mendukung promosi daerah, peluang ekonomi, hingga investasi, ujar Bupati Ipuk Fiestiandani pada acara Halal Bihalal Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Pusat di Karawang, 19 April 2024. Acara tersebut dihadiri perwakilan Ikawangi se-Indonesia serta sejumlah tokoh nasional asal Banyuwangi.
Ipuk menegaskan bahwa Ikawangi dan diaspora bukan sekadar simbol kebanggaan, melainkan aset strategis bagi pembangunan daerah. Ia menambahkan, “Ikawangi merupakan gerakan warga Banyuwangi di mana pun yang berkontribusi nyata untuk masa depan daerah.”
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melaporkan pencapaian ekonomi pada tahun 2025, dengan pertumbuhan 5,65 % yang melampaui rata‑rata Provinsi Jawa Timur dan nasional. Tingkat kemiskinan turun menjadi 6,13 % serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 75,17.
Pendapatan per kapita warga naik menjadi Rp 67,08 juta, mencerminkan peningkatan daya beli dan potensi konsumsi lokal. Namun, Bupati mengingatkan bahwa tantangan infrastruktur dan keterbatasan fiskal masih menghambat percepatan pembangunan.
“Keterbatasan anggaran membuat pemerintah semakin bergantung pada dukungan eksternal,” ujar Ipuk, sambil mengajak semua elemen diaspora untuk memberikan kontribusi sekecil apapun.
Ketua Ikawangi Pusat, Mayjen TNI (Purn) Rusdi Maksum, menyatakan kesiapan organisasi untuk memperluas jaringan hingga tingkat internasional. Ia menekankan, “Banyak anggota kami yang sukses di berbagai bidang siap berkontribusi pada kemajuan Banyuwangi.”
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas serta mantan Menteri Pariwisata Arief Yahya turut hadir, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan diaspora.
Arief Yahya menyoroti tiga pilar utama potensi Banyuwangi: pariwisata berbasis budaya, Blue Economy yang mencakup sektor perikanan dan kelautan, serta pengembangan Logistic Hub melalui peningkatan akses pelabuhan. Ia menilai, pemanfaatan ketiga sektor dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi regional.
Ikawangi berkomitmen menjadi jembatan antara diaspora dan pemerintah, menyediakan ruang pertukaran gagasan, inovasi, serta peluang investasi. Dengan jaringan yang semakin luas, organisasi berharap dapat memperkuat citra Banyuwangi di mata dunia.
Sejumlah warga Banyuwangi yang kini menetap di Karawang, Jakarta, dan negara lain telah diminta untuk menyebarkan informasi tentang keunggulan budaya, potensi wisata, serta peluang usaha di daerah asal mereka. Upaya ini diharapkan menambah arus masuk modal dan wisatawan.
Pemerintah kabupaten juga menyiapkan program insentif bagi investor yang berasal dari diaspora, termasuk kemudahan perizinan dan dukungan administratif. Program ini dirancang untuk menarik investasi pada sektor agribisnis, energi terbarukan, dan teknologi informasi.
Dalam penutupannya, Bupati Ipuk menegaskan bahwa keberhasilan strategi ini bergantung pada partisipasi aktif semua pihak. Ia mengajak Ikawangi dan diaspora untuk terus berkolaborasi demi mewujudkan Banyuwangi yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan