Media Kampung – Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PTMA) di jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah bertekad memperkuat riset dan publikasi untuk mendekati gelar Guru Besar.

Agenda ini diangkat dalam Harmoni Syawal 1447 H yang dilaksanakan secara daring pada Jumat, 17 April 2026.

Kegiatan diselenggarakan oleh Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (APSPBI PTMA) dengan tema “Refleksi, Kolaborasi, dan Akselerasi Karier Akademik”.

Peserta terdiri atas dosen dari berbagai institusi PTMA di seluruh Indonesia, mencerminkan komitmen kolektif terhadap peningkatan kualitas akademik.

Pembukaan acara dipandu oleh Ketua Umum APSPBI PTMA, Dr. Ahmad Rizal, yang menekankan pentingnya publikasi ilmiah dalam proses promosi jabatan fungsional.

“Riset yang relevan dan publikasi yang terindeks menjadi syarat utama untuk mencapai status Guru Besar,” ujar Dr. Rizal dalam sambutannya.

Selanjutnya, para pembicara menyajikan data tentang jumlah publikasi internasional dosen PTMA selama tiga tahun terakhir, yang menunjukkan peningkatan 27% dibandingkan periode sebelumnya.

Data tersebut diambil dari portal Sinta dan Scopus, menegaskan tren positif namun masih terdapat kesenjangan antara dosen senior dan junior.

Untuk menutup kesenjangan, disusun program mentoring internal yang melibatkan dosen senior sebagai pembimbing riset bagi dosen muda.

Program ini dijadwalkan berlangsung selama 12 bulan, dengan target minimal satu artikel terbit per dosen setiap tahunnya.

Selain itu, APSPBI PTMA mengumumkan penyediaan dana hibah sebesar 200 juta rupiah untuk proyek riset kolaboratif antar PTMA.

Hibah ini akan dialokasikan berdasarkan evaluasi proposal yang menekankan kontribusi nyata terhadap pengembangan metodologi pengajaran bahasa Inggris.

Penggunaan dana harus dilaporkan secara transparan melalui sistem e‑reporting yang telah disiapkan khusus untuk anggota APSPBI.

Para peserta juga diberikan pelatihan singkat tentang penulisan artikel ilmiah, teknik peer‑review, dan strategi pengajuan ke jurnal bereputasi.

Instruktur pelatihan, Prof. Siti Mahmudah, menekankan pentingnya pemilihan jurnal yang sesuai dengan scope penelitian untuk meningkatkan peluang diterima.

Dalam sesi tanya jawab, dosen dari PTMA Surabaya menanyakan kendala akses jurnal berbayar, lalu disampaikan bahwa perpustakaan masing‑masing institusi dapat berkoordinasi untuk memperoleh lisensi kolektif.

Keberlanjutan inisiatif ini akan dipantau melalui indikator kinerja utama (KPI) yang meliputi jumlah publikasi, sitasi, dan jumlah dosen yang berhasil memperoleh gelar Guru Besar.

Setiap kuartal, laporan KPI akan dipublikasikan di portal resmi APSPBI PTMA sebagai bentuk akuntabilitas.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan para dosen PTMA dapat meningkatkan kontribusi ilmiah secara signifikan dalam lima tahun ke depan.

Situasi terbaru menunjukkan bahwa tiga dosen telah berhasil menembus jurnal Q1 pada bidang pendidikan bahasa, menandakan kemajuan yang menjanjikan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.