Media Kampung – Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa pelaksanaan ibadah Armuzna—yang mencakup kegiatan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina—akan dimulai pada tanggal 25 Mei 2026 atau bertepatan dengan 8 Zulhijah 1447 H. Pada tanggal tersebut, para jemaah haji Indonesia akan mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah untuk melakukan wukuf, salah satu rangkaian ibadah haji yang paling penting.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaf, menjelaskan bahwa fase Armuzna merupakan momen di mana jutaan jemaah dari seluruh dunia berkumpul dalam waktu bersamaan, sehingga tingkat mobilitas dan kepadatan di lokasi ibadah sangat tinggi. Kondisi ini menuntut koordinasi yang matang agar seluruh proses pelayanan berjalan lancar, terutama dalam aspek transportasi, akomodasi, dan penyediaan makanan.
Maria menambahkan bahwa distribusi makanan dalam jumlah besar menjadi tantangan tersendiri selama periode Armuzna. Pemerintah berkomitmen memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan layanan makanan yang memadai agar mereka dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan khusyuk.
Persiapan menjelang fase Armuzna terus digencarkan bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bertugas di Arab Saudi. Berbagai aspek seperti finalisasi data manifest jemaah, pemetaan pergerakan, pengaturan transportasi, penyiapan tenda, konsumsi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, hingga pembinaan ibadah sedang diselesaikan secara detail.
Maria juga mengimbau para jemaah haji untuk menjaga kondisi fisik dengan menghemat energi, membatasi aktivitas yang tidak penting, menghindari paparan panas berlebih, serta memastikan asupan makan dan minum yang cukup demi menjaga stamina selama pelaksanaan ibadah Armuzna.
Data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 464 kelompok terbang (kloter) yang terdiri dari 179.463 jemaah dan 1.851 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Selain itu, 455 kloter dengan 175.682 jemaah telah melakukan pergerakan dari Madinah ke Makkah. Gelombang kedua jemaah haji berjumlah 190 kloter dengan total 72.904 jemaah telah tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah.
Sementara itu, jemaah haji khusus yang berjumlah 12.180 orang juga sudah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalankan serangkaian ibadah sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan pemerintah. Keseluruhan persiapan ini menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menyambut puncak pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan