Media Kampung – Tim Pengawas Haji DPR RI menyoroti pentingnya penerapan pelayanan haji yang ramah bagi jemaah lanjut usia dengan pendekatan yang lebih humanis dalam pelaksanaan haji 2026. Fokus utama adalah bagaimana petugas dapat memberikan pendampingan dan interaksi yang penuh penghormatan terhadap jemaah lansia.

Anggota Timwas Haji DPR RI, Maman Imanul Haq, menyampaikan bahwa jumlah jemaah lansia yang terus bertambah menuntut perhatian khusus dari para petugas. Ia menegaskan bahwa pelayanan tidak hanya sebatas penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga bagaimana jemaah merasa aman dan mendapatkan kepastian layanan selama menjalankan ibadah haji.

Maman menambahkan bahwa rasa nyaman jemaah lansia sangat dipengaruhi oleh sikap dan cara petugas mendampingi mereka. Oleh sebab itu, pendekatan yang lebih manusiawi dan penuh penghormatan terhadap orang tua perlu diterapkan secara konsisten.

Selain itu, Timwas DPR mengapresiasi penyediaan fasilitas transportasi khusus bagi penyandang disabilitas yang membantu mobilitas jemaah saat berada di Arab Saudi. Meskipun begitu, DPR tetap melakukan pengawasan ketat agar seluruh layanan tersebut berjalan efektif di lapangan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh jemaah.

Pengawasan ini meliputi pemantauan langsung kesiapan petugas serta pola perjalanan jemaah di titik-titik utama pelaksanaan ibadah haji. Maman menegaskan bahwa konsep pelayanan haji yang ramah bagi lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas harus terus dievaluasi dan diperbaiki agar dapat memenuhi kebutuhan jemaah secara optimal.

Dengan adanya pengawasan yang intensif, diharapkan pelayanan haji tahun 2026 dapat memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik bagi seluruh jemaah, khususnya kelompok lansia yang memerlukan perhatian ekstra selama menjalankan ibadah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.