Media Kampung – Sidang Paripurna DPR RI di gedung Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, pada Rabu (20/5/2026) menjadi sorotan setelah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melontarkan celetukan “Asal jangan hidup Jokowi” kepada Ketua DPR Puan Maharani. Momen tersebut terekam jelas saat Presiden Prabowo Subianto menyelesaikan pidatonya dan menyalami para pimpinan DPR.
Peristiwa itu terjadi saat Presiden Prabowo selesai memberikan sambutan dalam sidang dan turun dari podium. Ia kemudian menyalami para pimpinan DPR yang duduk di barisan depan, termasuk Sufmi Dasco dan Puan Maharani. Setelah salam-salaman, Dasco mendekati Puan dan menyampaikan celetukan yang kemudian dibalas dengan tawa oleh Ketua DPR tersebut.
Rekaman video momen ini viral di media sosial dan memicu diskusi publik. Kejadian ini menjadi menarik mengingat beberapa waktu sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat berkali-kali meneriakkan “Hidup Jokowi” dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-17 Partai Gerindra pada Februari 2025 di Sentul, Jawa Barat. Saat itu, Prabowo menyatakan bahwa keberhasilannya menjadi Presiden berkat dukungan dari Koalisi Indonesia Maju serta Presiden Joko Widodo.
Dalam pidatonya di acara tersebut, Prabowo mengajak hadirin untuk memberikan tepuk tangan bagi Jokowi dan menyerukan “Hidup Jokowi” sebanyak tiga kali, yang menunjukkan hubungan koalisi dan dukungan politik yang kuat antar elite partai di masa lalu.
Menanggapi celetukan Dasco dalam sidang paripurna, Presiden Joko Widodo memilih untuk bersikap santai dan tidak menanggapi secara serius. Jokowi menilai ucapan tersebut sebagai hal yang wajar dan biasa saja tanpa merasa tersindir. Sikap santai Presiden Jokowi ini kembali menjadi perhatian publik dan memicu beragam komentar di masyarakat.
Peristiwa ini juga menegaskan dinamika politik yang terjadi di DPR RI dan hubungan antar tokoh politik utama, termasuk interaksi antara Sufmi Dasco Ahmad, Puan Maharani, Presiden Prabowo Subianto, serta Presiden Joko Widodo. Meskipun suasana sidang berlangsung formal, kejadian spontan dan santai seperti ini menunjukkan sisi humanis dalam politik Indonesia.
Sidang Paripurna DPR RI yang mempertemukan para tokoh politik penting ini sekaligus menjadi momen untuk melihat bagaimana berbagai sikap dan interaksi terjadi di ruang legislatif. Momen celetukan Dasco juga mengingatkan publik tentang peran penting komunikasi informal dalam lingkungan politik yang kerap menjadi perbincangan.
Dengan sikap santai Presiden Jokowi menanggapi celetukan tersebut, tampak bahwa hubungan antar elite politik meskipun sesekali menimbulkan momen lucu atau mengejutkan, tetap berjalan dalam koridor profesionalisme dan keakraban.
Situasi ini memberikan gambaran tentang dinamika politik Indonesia yang tidak hanya serius dan formal, tetapi juga memiliki momen-momen ringan yang menunjukkan sisi manusiawi para pemimpin negara. Kejadian tersebut juga memperkaya pemahaman masyarakat tentang interaksi politik di tingkat tertinggi.
Secara keseluruhan, celetukan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad kepada Puan Maharani dalam Sidang Paripurna DPR RI menjadi peristiwa kecil namun menarik yang mencerminkan suasana politik yang dinamis dan penuh warna di ruang parlemen Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan