Media Kampung – Waketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron, menjadi korban kekerasan di Menteng, Jakarta Pusat pada Senin 4 Mei 2024. Ia dipukul hingga mata bengkak dan dua pelaku yang diduga melakukan pemukulan tersebut berhasil diamankan oleh Polsek Metro Menteng.

Insiden bermula ketika Bro Ron bersama sekitar 15 orang karyawan PT. Sinergi Karya Sejahtera (SKS) datang ke kantor Michael Putra Dan Partners untuk melakukan audiensi terkait gaji yang belum dibayarkan. Karena pihak Michael tidak dapat ditemui, Polsek Metro Menteng menawarkan mediasi di kantor mereka. Proses audiensi berjalan aman dan kondusif hingga muncul sekelompok orang tak dikenal yang melakukan intimidasi dan menghalangi jalannya pertemuan.

Akibat tindakan kelompok tersebut, suasana menjadi tegang dan berujung pada percekcokan. Salah satu anggota kelompok itu kemudian melontarkan pukulan kepada Bro Ron, menyebabkan mata korban bengkak. “Akibat dari perbuatan sekelompok orang tersebut, situasi menjadi panas dan timbul percekcokan sampai dengan akhirnya korban menerima pukulan dari sekelompok orang tersebut,” jelas Braiel.

Setelah kejadian, Bro Ron melaporkan insiden kepada pihak kepolisian. Polsek Metro Menteng segera melakukan penyelidikan, mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan untuk visum, dan menyiapkan bukti serta saksi. Kedua tersangka yang teridentifikasi kemudian ditangkap pada hari berikutnya, mempercepat proses hukum yang akan berjalan.

Latar belakang perselisihan terkait gaji yang belum dibayarkan menambah kompleksitas kasus ini. PT. Sinergi Karya Sejahtera mengklaim telah menunggu pembayaran selama beberapa minggu, sementara pihak perusahaan menolak bertemu langsung dengan karyawan yang menuntut. Mediasi yang diusulkan kepolisian menjadi satu-satunya jalan untuk menyelesaikan sengketa tersebut, namun berujung pada tindakan kekerasan yang tak terduga.

Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus kekerasan ini serta menindak pelaku yang terlibat. Bro Ron dalam kondisi masih dirawat dan diperkirakan akan kembali beraktivitas setelah pulih. Kasus ini menyoroti pentingnya penegakan hukum dalam melindungi hak-hak pekerja dan menjaga ketertiban publik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.