Media Kampung – 17 April 2026 | Menteri Luar Negeri Republik Indonesia membatalkan rencana kunjungan kerja ke Antalya, Turki, untuk berpartisipasi dalam Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2026 setelah menerima arahan strategis langsung dari Presiden.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyampaikan keputusan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis, 16 April 2026, menyebut bahwa Menteri harus tetap berada di ibu kota demi kepentingan nasional.

Awalnya Menteri Luar Negeri, Sugiono, dijadwalkan menjadi pembicara pada sesi panel kerja sama ASEAN dan turut serta dalam pertemuan Group of 8 (G8) yang membahas isu Palestina serta dinamika Timur Tengah.

Pengganti resmi Sugiono dalam forum tersebut ditetapkan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, yang akan mewakili Indonesia pada pertemuan G8.

Yvonne menegaskan bahwa pembatalan tidak mengurangi peran aktif Indonesia dalam diskusi global, khususnya terkait perdamaian Palestina dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

“Keputusan ini merupakan arahan strategis Presiden yang mengharuskan Menteri Luar Negeri tetap berada di Jakarta, namun komitmen kami terhadap isu-isu internasional tetap kuat,” ujar Yvonne dalam keterangan pers.

Kementerian menambahkan bahwa hubungan bilateral Indonesia‑Turki tetap menjadi prioritas, meski tidak ada kehadiran pribadi Menteri pada ADF 2026.

Achmad Rizal Purnama diharapkan menyampaikan posisi Indonesia pada sesi G8, termasuk dukungan terhadap solusi dua negara dan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan di wilayah Palestina.

Keputusan ini sejalan dengan kebijakan politik luar negeri bebas‑aktif Indonesia, yang memungkinkan negara tersebut membuka dialog dengan semua pihak tanpa terikat pada satu blok geopolitik.

Presiden Prabowo Subianto juga tengah melakukan kunjungan kerja ke Rusia dan Prancis, memperlihatkan fleksibilitas diplomasi Indonesia dalam menanggapi dinamika internasional.

Juru bicara menambahkan bahwa kebijakan bebas‑aktif tetap menjadi landasan dalam setiap keputusan strategis, termasuk penyesuaian agenda luar negeri Menteri Luar Negeri.

Dengan penunjukan Duta Besar Turki sebagai wakil, Indonesia memastikan partisipasinya tetap terdengar dalam forum internasional tanpa mengorbankan prioritas domestik.

Hingga kini, tidak ada rencana penjadwalan ulang kehadiran Menteri Luar Negeri di ADF, dan Kementerian menegaskan kesiapan untuk terus memperkuat kerja sama multilateral serta bilateral di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.