Media Kampung, Nadira Az-Zahra (21), mahasiswi Fakultas Ilmu Terapan Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas Telkom University angkatan 2025, dilaporkan hilang sejak Selasa, 30 Juni 2026. Ia terakhir kali terlihat meninggalkan rumah di kawasan Bandung sekitar pukul 10.00 WIB dengan berpamitan pergi ke kampus.
Pihak keluarga, melalui Budhi Purwa selaku paman korban, mengungkapkan bahwa hingga saat ini proses pencarian terus dilakukan bersama aparat kepolisian dan berbagai pihak. Budhi juga meluruskan informasi yang beredar di sejumlah media yang menyebutkan Nadira telah ditemukan di rumah bibinya di Majalaya, Kabupaten Bandung. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar dan merupakan kesalahan komunikasi.
“Nadira Az-Zahra hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Informasi ini perlu kami sampaikan untuk meluruskan sejumlah pemberitaan yang berkembang melalui sejumlah media yang menyebutkan bahwa Nadira telah ditemukan di rumah bibinya di Majalaya. Kami menduga terjadi missed information pada sejumlah pihak yang turut membantu pencarian Nadira sehingga informasinya menjadi keliru,” kata Budhi dalam keterangannya, Sabtu (4/7).
Kronologi Kepergian
Nadira berpamitan kepada orang tuanya untuk berangkat ke kampus Telkom University di Jalan Telekomunikasi, Terusan Buah Batu, Kota Bandung. Saat itu ia mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana jin hitam, kerudung krem, serta membawa tas ransel kuliah berwarna krem yang berisi laptop dan tablet. Ia juga membawa telepon genggam dengan nomor 62 889-7161-9064.
Nadira berangkat menggunakan ojek online dan sempat terekam kamera CCTV tiba di kawasan kampus sekitar pukul 10.20 WIB. Ia lalu mengirimkan pesan WhatsApp kepada ibunya yang mengabarkan telah tiba di kampus. Namun, sekitar pukul 12.30 WIB, keluarga menerima notifikasi bahwa Nadira keluar (left group) dari seluruh grup WhatsApp yang diikutinya, termasuk grup keluarga dan grup lainnya.
“Jam 12.30 WIB, dua jam kemudian, itu ada notif bahwa Nadira itu left group dari semua grup yang ada, di grup keluarga, dan bahkan di grup-grup lainnya,” ujar Budhi saat dihubungi, Minggu (5/7).
Setelah itu, keluarga mencoba menghubungi Nadira melalui telepon dan WhatsApp, tetapi telepon genggamnya sudah tidak aktif dan pesan yang dikirim hanya menunjukkan centang satu. Teman-teman Nadira juga mengalami hal serupa; mereka mendapati Nadira telah keluar dari seluruh grup percakapan. Selain itu, akun media sosial Nadira juga tidak dapat diakses lagi.
Upaya Pencarian
Keluarga telah berkoordinasi dengan kepolisian dan meminta bantuan perusahaan penyedia jasa ojek online serta perusahaan telekomunikasi untuk melacak jejak Nadira. Budhi menjelaskan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan provider telepon untuk melacak keberadaan nomor Nadira, namun nomor tersebut sudah tidak aktif. Keluarga juga menghubungi vendor ojek online yang biasa digunakan Nadira.
“Sementara yang sedang kita upayakan itu ke provider telepon untuk melacak keberadaannya, tapi telepon itu sudah tidak aktif. Kemudian ke vendor ojol yang diduga sering digunakan oleh Nadira, kita juga terus komunikasi,” kata Budhi.
Kepolisian juga melakukan penyelidikan dengan melibatkan tim siber untuk menelusuri jejak digital korban. Namun, hingga saat ini belum ada titik terang.
Imbauan Keluarga
Budhi meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak mengganggu proses pencarian. Ia berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan telekomunikasi, penyedia layanan transportasi daring, dan masyarakat, dapat membantu mengungkap keberadaan Nadira.
“Kami berharap fokus utama sekarang adalah segera mendapatkan kepastian Nadira ada di mana dan bagaimana kondisinya. Kami sangat berharap dia baik-baik saja dan bisa segera pulang ke keluarganya,” pungkasnya.
Masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan Nadira diminta segera menghubungi keluarga atau aparat kepolisian.






















Tinggalkan Balasan