Media Kampung – Musim panen yang seharusnya membawa keuntungan bagi petani di Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, justru diwarnai kekhawatiran. Ancaman ganda berupa wabah hama tikus dan banjir rob mengintai lahan pertanian di wilayah pesisir tersebut, berpotensi menurunkan hasil produksi secara signifikan.
Kepala Desa Tongas Wetan, Kasan Nurhadi, mengungkapkan bahwa serangan hama tikus telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Akibatnya, hasil panen petani berkurang hingga sekitar 50 persen dari kondisi normal. “Serangan tikus sudah terjadi sekitar tiga bulan terakhir. Dampaknya hasil panen petani berkurang hingga sekitar 50 persen dari biasanya,” ujarnya pada Senin (22/6/2026).
Tidak hanya tikus, tanaman padi juga mendapat serangan hama wereng. Berbagai upaya pengendalian telah dilakukan petani, namun hasilnya belum mampu menekan populasi hama secara maksimal. “Kami sudah mencoba berbagai cara untuk mengendalikan tikus, tetapi belum berhasil. Tanaman padi juga mendapat serangan hama wereng,” kata Kasan.
Selain serangan hama, lahan pertanian di wilayah pesisir Tongas Wetan juga terancam banjir rob. Air laut rawan meluap ke area persawahan karena gelombang tinggi yang melebihi tanggul penahan. Terdapat beberapa titik celah pada tanggul yang menjadi jalur masuk air ke area persawahan, sehingga memperparah kondisi lahan.
Menghadapi situasi ini, pihak desa berencana berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo. Kasan berharap penanganan dapat dilakukan secara lebih optimal dan terintegrasi. “Karena penyediaan sarana, prasarana, maupun program penanganannya berada di sana,” ujarnya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian warga Tongas Wetan. Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, ancaman gagal panen dapat berimbas pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan