Media Kampung – Banjir bandang melanda lima desa di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, pada Selasa (26/5/2026) akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu lama. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir dengan ketinggian air antara 40 sentimeter hingga dua meter ini dipicu oleh meluapnya Sungai Didingga yang merendam permukiman warga.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa banjir bandang tersebut berdampak pada 529 kepala keluarga di lima desa, yaitu Desa Biau, Bualo, Omuto, Didingga, dan Luhuto. Selain merendam permukiman, banjir juga mengganggu akses jalan desa di wilayah Kecamatan Biau.
Menanggapi kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara segera mengerahkan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan perangkat daerah lainnya untuk melakukan penanganan darurat. Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menyatakan bahwa bantuan dan dapur umum sudah mulai didistribusikan kepada warga terdampak sejak malam hari banjir terjadi.
Di Desa Didingga, permukiman Komunitas Adat Terpencil (KAT) menjadi salah satu wilayah terdampak terparah. Hujan deras menyebabkan tanggul sepanjang 30 meter jebol, sehingga air sungai meluap hingga masuk ke permukiman dan jalan utama lintas Sulawesi. Bupati Thariq menegaskan akan segera melakukan relokasi terhadap 54 kepala keluarga di KAT Didingga demi keselamatan warga, karena potensi luapan sungai masih tinggi.
Sementara itu, di Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, banjir dan longsor yang terjadi pada Selasa malam menelan seorang warga bernama Wahnin Tangahu (35) yang terseret arus hingga ke laut. Korban berhasil diselamatkan oleh warga dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dampak bencana ini juga meliputi sekitar 35 kepala keluarga atau 105 jiwa yang terdampak serta puluhan rumah yang terendam banjir dan longsor.
BPBD Kabupaten Bone Bolango bersama aparat TNI, Polri, dan relawan melakukan evakuasi dan pembersihan material longsor di lokasi terdampak. Kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan siap saji serta bantuan material dan alat berat untuk penanganan longsor.
Hingga kini, tidak ada laporan pengungsian massal di Gorontalo Utara, meski petugas tetap siaga mengantisipasi potensi banjir susulan jika hujan deras kembali terjadi. Pemerintah daerah terus memantau kondisi warga dan melakukan upaya percepatan penanggulangan bencana.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan