Media Kampung – Dokumentasi mandiri yang dibuat oleh warga terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai mendapatkan pengakuan resmi sebagai bagian dari arsip nasional. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) telah menerima sejumlah arsip digital yang merekam proses pembangunan kawasan IKN, menandai langkah penting dalam pelestarian sejarah proyek strategis nasional tersebut.
Dian Rana, seorang warga Kalimantan Timur, berencana menyerahkan sekitar 1.200 video dokumentasi pembangunan IKN secara bertahap kepada ANRI. Video-video ini akan dinilai sebagai arsip nasional untuk memastikan kelestarian dan keaslian rekam jejak pembangunan IKN. Sebelumnya, ANRI telah memverifikasi dan menerima 27 arsip digital milik Dian yang mencatat perkembangan IKN antara tahun 2021 hingga 2022.
Dokumentasi yang dibuat Dian tidak hanya merekam fase awal pembangunan, tetapi juga menangkap berbagai kondisi lapangan yang tidak sepenuhnya tercatat dalam dokumen resmi. Ia mengungkapkan bahwa proses pengambilan gambar kerap menemui kendala, termasuk pembatasan di beberapa area pembangunan. Namun, upaya tersebut kini membuahkan hasil dengan pengakuan resmi dari institusi arsip nasional.
Pengakuan terhadap dokumentasi warga seperti yang dilakukan Dian dianggap penting untuk memperluas sumber arsip pembangunan nasional. Hal ini memungkinkan perspektif masyarakat turut terekam dalam catatan sejarah proyek strategis negara, sehingga menciptakan dokumentasi yang lebih beragam dan komprehensif.
Selain mendokumentasikan lewat video, Dian juga menulis buku berjudul Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar, yang memuat pengalaman dan catatan lapangannya selama mengikuti perkembangan pembangunan IKN. Buku ini telah dibedah dalam sebuah acara di Universitas Djuanda pada 20 Mei 2026, sebagai bagian dari upaya menyebarluaskan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya dokumentasi sejarah pembangunan.
Dian mengajak masyarakat di berbagai daerah, terutama yang mengalami perubahan pembangunan besar, untuk aktif dalam menyelamatkan arsip dan dokumentasi sejarah. Menurutnya, keterlibatan warga sangat krusial demi menjaga rekam jejak masa lalu bagi generasi mendatang.
Langkah ANRI menerima dokumentasi warga ini juga mencerminkan komitmen untuk mengakomodasi berbagai bentuk sumber arsip yang tidak hanya berasal dari instansi resmi. Dengan demikian, rekam jejak pembangunan IKN dapat terjaga dengan lebih lengkap dan beragam, memberikan gambaran yang lebih utuh tentang proses pembangunan ibukota baru Indonesia.
Ke depan, diharapkan semakin banyak warga yang terdorong untuk berkontribusi dalam pengumpulan arsip dan dokumentasi terkait pembangunan di wilayah masing-masing. Inisiatif ini bukan hanya soal menjaga sejarah, tetapi juga memperkaya narasi pembangunan nasional dengan berbagai sudut pandang masyarakat.
Pengakuan terhadap dokumentasi warga ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian sejarah pembangunan IKN, sekaligus membuka ruang bagi partisipasi publik dalam merekam perjalanan proyek strategis negara yang bersejarah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan