Media Kampung – Kesaksian mantan asisten rumah tangga (ART) yang pernah bekerja di rumah Erin Wartia, janda Andre Taulany, mulai bermunculan ke publik. Nia Damanik, pemilik yayasan penyalur ART yang menaungi Herawati, mengungkap bahwa dirinya hanya sanggup bertahan lima bulan bekerja di rumah Erin sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti. Pengakuan Nia ini disampaikan usai ia menjalani pemeriksaan tambahan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026), terkait dugaan penganiayaan terhadap Herawati oleh Erin.
Nia datang ke kantor polisi bersama tim kuasa hukum Natalius Bangun dan Ernes Hasibuan untuk memberikan keterangan soal kronologi dugaan kekerasan di rumah majikan artis tersebut. Dalam keterangannya, Nia menuturkan bahwa tindak kekerasan yang dialami Herawati terjadi hanya karena urusan kebersihan rumah yang ia nilai sepele. Berdasarkan pengakuan Herawati kepada Nia, ia diduga dipukul hanya karena lupa menutup gorden, ada sedikit debu di tong sampah, dan lupa menutup kamar mandi. “Awalnya dia WA saya, terus saya tanya ada apa kok bisa dipukul. Terus saya telepon balik, ‘Kenapa Neng? Kok bisa dipukul?’ Katanya cuma gara-gara gorden, lupa tutup gorden, dan ada debu di tong sampah sedikit, sama lupa menutup kamar mandi. Hanya itu. Kubilang, ‘Cuma gara-gara itu kok kamu dipukul?’” terang Nia Damanik di hadapan penyidik.
Nia juga mengungkap bahwa selain kekerasan fisik, Herawati kerap mendapat perlakuan verbal yang sangat kasar selama bekerja di rumah Erin. Ia menyebut pekerjanya kerap dicaci dengan sebutan “bodoh”, “tolol”, “bego”, dan “gembel”. “Laporan ke saya karena kerjanya dibilang bodoh, tolol, dan bego, dan gembel. Itu ya,” tegas Nia. Pengalaman buruk ini membuat Nia sebagai penyalur tenaga kerja merasa trauma dan akhirnya memutuskan untuk tidak lagi menyalurkan pekerja ke rumah Erin. Ia juga menegaskan bahwa Erin kini sudah masuk daftar hitam di kalangan yayasan penyalur ART karena sikapnya yang temperamental terhadap pekerja.
Dalam pemeriksaan tersebut, tim kuasa hukum Nia juga membawa bukti lengkap berupa percakapan dan rekaman untuk memperkuat laporan mereka. “Ada sekitar 22 pertanyaan yang diajukan terkait penganiayaan itu dari awal,” jelas Natalius Bangun. Ia juga menepis dugaan yang menyebut ada pihak tertentu yang menggerakkan mereka untuk memperbesar kasus ini. “Tidak ada yang menyuruh-nyuruh. Itu feeling dia saja, tuduh-tuduhan dia saja, fitnah. Saya hanya murni melindungi pekerja saya karena dia sudah melakukan kekerasan. Itu pikiran dia saja,” tegas Nia lagi.
Sementara itu, terkait polemik penggantian ART, Nia Damanik membantah keras tudingan dari pihak Erin Wartia yang menyebut yayasan tidak serius dalam menangani permintaan penggantian ART. Nia menegaskan dirinya sudah menawarkan tiga kandidat pengganti, namun semuanya ditolak oleh Erin dengan alasan ingin pekerja dari Jawa. “Benar (Erin minta ganti). Saya sudah kirim pengganti tiga kali, tetapi dia (Erin) menolak, dia mintanya orang Jawa,” ujar Nia saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan. Seluruh komunikasi dan upaya penggantian ART itu sudah terekam dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan didukung bukti chat, menurut kuasa hukum Natalius Bangun.
Pihak yayasan penyalur ART menyayangkan pernyataan Erin yang menurut mereka justru menyudutkan dan merugikan reputasi yayasan. Untuk meluruskan informasi, Nia dan tim kuasa hukum berencana menggelar konferensi pers pada Sabtu (9/5/2026) di kawasan Tebet untuk menunjukkan bukti-bukti chat serta rekaman yang mendukung laporan mereka. Mereka juga akan menjawab setiap bantahan yang disampaikan oleh pihak Erin Wartia di hadapan publik.
Saat ini, laporan dugaan penganiayaan terhadap Herawati masih dalam tahap penyelidikan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Sementara itu, Erin Wartia membantah seluruh tuduhan penganiayaan dan memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik. Kasus ini masih terus bergulir dan menjadi sorotan publik, terutama setelah munculnya kesaksian serta pengalaman mantan ART yang hanya mampu bertahan lima bulan di rumah Erin, yang turut memperkuat dugaan adanya masalah serius dalam hubungan kerja di rumah janda Andre Taulany tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan