Media Kampung – Ketua Umum Pusaka Indonesia, Setyo Hajar Dewantoro, menekankan pentingnya generasi muda memiliki filter dalam menyikapi pengaruh global yang masuk melalui era digital. Menurutnya, keterbukaan terhadap budaya dan perkembangan dunia harus tetap diimbangi dengan pemahaman jati diri bangsa.
Dalam Dialog Kilau Pancasila Festival Gita Indonesia 2026 di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026, Setyo mengatakan bahwa bangsa Indonesia sejak dahulu merupakan bangsa yang terbuka terhadap berbagai pengaruh dari luar. Namun, keterbukaan tersebut harus tetap berlandaskan nilai-nilai yang menjadi identitas bangsa.
“Sebetulnya bangsa kita sejak zaman dahulu kala itu bangsa yang terbuka. Tetapi kita tetap bertahan dengan jati diri kita,” ujarnya. Menurut Setyo, masyarakat dapat belajar dari berbagai negara yang memiliki keunggulan di bidang tertentu, namun proses tersebut harus dilakukan dengan tetap memahami nilai yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.
“Menurut saya, yang penting adalah kita punya filter. Kita boleh membuka diri, tapi kita mengerti mana yang benar, mana yang salah, mana yang memajukan, mana yang meruntuhkan,” tegasnya.
Setyo menilai tantangan terbesar generasi muda bukanlah derasnya arus informasi global, melainkan kemampuan menyaring informasi dan pengaruh yang diterima setiap hari. Karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan karakter dan pemahaman jati diri bangsa sejak dini sebagai bekal penting dalam menghadapi perkembangan dunia yang semakin terbuka.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan