Media Kampung – Beredar kabar mengenai perusakan sebuah sekolah dasar di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, yang diduga terkait dengan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Bupati Ende, Yosef Badeoda, angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut.

Bupati Yosef membenarkan bahwa ada alat berat yang masuk ke area SD di Kecamatan Detusuko, namun ia menegaskan bahwa izin diberikan dengan syarat. Menurutnya, akses jalan menuju lokasi Kopdes Merah Putih memang melewati area sekolah, tetapi tidak ada rencana penggusuran bangunan sekolah. “Izin diberikan dengan syarat, tidak boleh merusak bangunan sekolah,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak membantah tudingan bahwa TNI menggusur SD tersebut. Ia menilai informasi yang beredar di media sosial perlu diklarifikasi dan menyebut tidak mungkin ada sekolah yang sudah terdaftar di Dinas Pendidikan dibubarkan. “Nggak mungkin se-ekstrem itu, masa ada sekolah yang ditiadakan,” kata Maruli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Sementara itu, Menteri HAM Natalius Pigai juga menanggapi isu ini dengan tegas. Ia menyatakan tidak boleh ada penggusuran sekolah untuk kepentingan program apa pun. “Penggusuran sekolah itu tidak boleh. Pendidikan sangat penting bagi bangsa,” ucap Pigai di gedung DPR RI.

Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas sebelumnya juga memberikan klarifikasi bahwa kabar penggusuran tersebut tidak benar. TNI memastikan tidak ada penggusuran sekolah untuk pembangunan KDMP.

Hingga saat ini, Bupati Yosef memastikan bahwa sekolah tetap berfungsi dan tidak ada bangunan yang dibongkar. Ia berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.