Media Kampung – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengajak lebih dari 24 ribu pelajar di Kabupaten Pamekasan untuk mengikuti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) dan membacakan Ikrar Pelajar Indonesia dalam rangka puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Stadion Gelora Madura Ratu Pemelingan.
Acara tersebut sekaligus mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) untuk pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) dengan peserta terbanyak di Indonesia. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan generasi unggul memerlukan kerja keras, optimisme, dan sinergi dari berbagai pihak agar visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen menekankan pentingnya karakter kuat melalui pembacaan ikrar yang mendorong pelajar untuk belajar dengan giat, menghormati guru dan orang tua, menjaga kerukunan antar teman, serta mencintai tanah air. “Untuk menjadi generasi hebat, kalian harus memiliki pola pikir maju, mental kuat, dan sungguh-sungguh dalam belajar,” ujarnya.
Peserta senam, Adelia Rahmawati dari SDN Larangan Badung 1, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini karena bisa berolahraga bersama dan berinteraksi dengan teman-teman dari sekolah lain. Sementara itu, guru SDN Larangan Tokol 1, Masrafah, menyatakan bahwa kegiatan ini efektif membentuk karakter anak dan rutin dilaksanakan di sekolah setiap Jumat dengan dukungan orang tua di rumah.
Orang tua pun turut hadir dan memberikan apresiasi. Wulandari Utami Putri, ibu dari Shaquina Dynar Malaika dari TK ABA Waru Pamekasan, merasa bangga melihat semangat putrinya yang sudah menghafal semua gerakan senam dan menunjukkan perkembangan positif dalam tumbuh kembangnya.
Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menyampaikan kebanggaannya karena Pamekasan dipercaya menjadi tuan rumah puncak Hardiknas tingkat Provinsi Jawa Timur tahun ini. Ia menegaskan bahwa dengan sekitar 500 lembaga pendidikan, Pamekasan berkomitmen mengembangkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui pendidikan yang tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan, tapi juga pembentukan karakter dan disiplin.
Senior Manajer MURI, Triyono, mengapresiasi kolaborasi antara Kemendikdasmen dan Pemkab Pamekasan dalam menyelenggarakan senam massal ini. Ia menilai kegiatan ini lebih dari sekadar senam, melainkan sebagai sarana membangun budaya hidup sehat, disiplin, dan semangat kebersamaan sejak usia dini guna mencetak generasi yang berkarakter kuat.
Dengan keberhasilan pemecahan rekor MURI ini, diharapkan kegiatan SAIH dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi Indonesia yang tangguh dan berdaya saing di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan